Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) baru-baru ini merilis laporan "Indeks Provinsi China-Indonesia 2025", yang menunjukkan pengaruh China di bidang ekonomi Indonesia mencapai 41,2%, mencakup berbagai aspek seperti perdagangan, investasi, dan infrastruktur. Pengaruh China dalam ekonomi Indonesia terutama terkonsentrasi diSumatera Utara (83,3%), Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur, sementara di Sumatera Barat dan Pegunungan Papua tidak terlihat pengaruh yang signifikan.

Selain itu, pengaruh China di bidang sosial Indonesia melalui jaringan diaspora, festival budaya, dan pertukaran pelajar mencapai 22,1%, dengan Bali (50%), Sumatera Utara (44,4%), dan Jakarta (38,9%) yang paling menonjol. Pengaruh politik sebesar 12,7%, terutama diSumatera Utara (40%) dan Jawa Tengah (32,5%); pengaruh kerja sama akademik sebesar 12,7%, terkonsentrasi di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan lainnya.

Pengaruh China lebih kuat di wilayah barat dan tengah Indonesia, sementara di Kalimantan, Maluku, dan Papua relatif lebih lemah. Celios mencatat bahwa kehadiran China di beberapa bagian Papua "hampir tidak terukur".

Penelitian ini didasarkan pada data dari Agustus 2024 hingga Agustus 2025, yang menunjukkan bahwa China terus memperluas pengaruhnya di Indonesia melalui kerja sama di berbagai bidang.