Setelah pemerintah Indonesia menyita sebagian tambang nikel Weda Bay yang dimiliki oleh China Tsingshan Holding Group, harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 1% menjadi 15.305 dolar AS per ton. Area yang disita seluas 148 hektar karena dugaan pelanggaran izin.Weda Bay adalah basis produksi nikel kelas baterai terbesar di dunia, yang dikembangkan bersama oleh Tsingshan Holding dan Eramet Perancis. Setelah penyitaan, harga kontrak berjangka nikel LME naik 1% dalam satu hari, sementara logam industri lainnya bervariasi: tembaga naik 0,1%, aluminium naik 0,2%, timbal turun. Mengingat Indonesia menyumbang lebih dari 50% pasokan nikel global, dan baru-baru ini terbatas oleh musim hujan dan kuota ekspor, pabrik peleburan nikel Indonesia telah menghadapi kekurangan bahan baku. Presiden Prabowo juga menekankan akan menindak tegas pertambangan ilegal, analis menunjukkan bahwa peristiwa ini menyorotirisiko kebijakan Indonesia sebagai produsen nikel utama, yang dapat memperburuk volatilitas rantai pasokan baterai kendaraan listrik global.