Lembaga investasi Indonesia Danantara akan menyuntikkan dana sebesar 30 triliun rupiah ke Garuda Indonesia melalui Penempatan Pribadi (Private Placement) untuk membantu restrukturisasi keuangannya. Suntikan dana ini dilakukan oleh anak perusahaan Danantara, Danantara Asset Management (DAM), dengan sumber dana berupa suntikan tunai sebesar 1,441 miliar dolar AS, serta konversi pinjaman pemegang saham sebesar 405 juta dolar AS menjadi saham baru. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan Garuda Indonesia dan anak perusahaannya Citilink, meningkatkan likuiditas dan struktur permodalan, serta mendukung pengembangan bisnis di masa depan. Meskipun Garuda telah mengurangi utang dan memperbaiki ekuitas setelah restrukturisasi pada tahun 2022, mereka masih menghadapi berbagai tantangan seperti gagal merealisasikan pendanaan investor strategis tahap kedua, belum mencatatkan ekuitas positif, meningkatnya biaya perawatan pesawat, dan pemulihan arus lalu lintas operasional yang lambat. Per 30 Juni 2025, modal kerja bersih Garuda negatif, total liabilitas melebihi 80% dari total aset, sehingga memenuhi syarat untuk melakukan penempatan pribadi saham lebih dari 10%. Dari dana yang dihimpun, 29% digunakan untuk modal kerja dan operasional Garuda dan Citilink, 37% untuk memperkuat modal Citilink, 22% untuk ekspansi armada, dan 12% untuk melunasi utang bahan bakar Citilink kepada Pertamina periode 2019-2021. Setelah transaksi, proporsi kepemilikan saham publik akan terdilusi dari 27,46% menjadi 5,03%. Danantara sebagai pemegang saham utama Garuda berkomitmen mendukung pengembangannya dalam jangka panjang, dan suntikan dana ini juga menunjukkan kepercayaan terhadap restrukturisasi Garuda. Garuda berencana mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 12 November 2025 untuk meminta persetujuan pemegang saham.