Ada laporan bahwa investor China menunjukkan minat investasi di Indonesia, di mana produsen panel surya China, Sichuan Yingfa Ruineng Technology Co., Ltd., berniat mendirikan pabrik di KEK Industropolis Batang, membutuhkan lahan seluas 500 hektar. Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang menyatakan bahwa perusahaan tersebut adalah salah satu yang baru-baru ini menyatakan minat investasi. KEK ini bersama dengan Kantor Perwakilan IIPC Beijing baru-baru ini melakukan serangkaian kegiatan promosi investasi di Shanghai, termasuk mengikuti Konferensi Kerja Sama Rantai Energi Baru Internasional Jiading 2025 dan Forum Bisnis Indonesia-China 2025. Selain Sichuan Yingfa Ruineng, perusahaan Huahong Art Furniture yang sudah memiliki pabrik di Semarang sedang mempertimbangkan ekspansi ke Batang, dan Far East Credit Rating Company juga sedang menjajaki peluang kerja sama infrastruktur dan pembiayaan. Minat investasi mencakup berbagai bidang seperti kendaraan komersial listrik, industri robot otomatis, suku cadang otomotif, kendaraan roda tiga pertanian, dan manufaktur energi baru. Direktur Kantor Perwakilan IIPC Beijing menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperluas kerja sama investasi dengan industri China yang berencana berekspansi ke China. IIPC Beijing dalam kegiatan ini memberikan dukungan dan kemudahan bagi calon investor untuk menjajaki peluang di berbagai sektor, sebagai bagian dari upaya Indonesia mempercepat strategi hilirisasi industri dan menarik industri berteknologi tinggi serta bernilai tambah. Kawasan Industri Batang sebagai destinasi investasi masa depan mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui proyek strategis nasional, dengan infrastruktur kawasan terintegrasi dan fasilitas insentif komprehensif dalam kerangka kawasan ekonomi khusus.