Banjir bandang di Sumatera pada akhir November lalu menarik perhatian Ketua Dewan Direksi Huawei Indonesia. Dalam sambutan hangat pada Huawei Cloud Indonesia Summit yang digelar baru-baru ini di Jakarta, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban. Ia berharap tetap bersatu dalam situasi ini dan berkomitmen mendukung Indonesia dalam pemulihan dan rekonstruksi. Menghadapi situasi ini, ia menekankan pentingnya solidaritas dengan negara dan rakyat, serta berkomitmen mendukung pembangunan kembali dan pemulihan wilayah tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa tim teknis sedang berkolaborasi dengan mitra lokal untuk memulihkan jaringan pelanggan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mencapai 500 miliar dolar AS, dan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 40%. Huawei berfokus pada tiga strategi utama: pertama, membangun kepercayaan digital melalui infrastruktur, misalnya dengan meluncurkan Huawei Cloud di Jakarta tiga tahun lalu; kedua, mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi ekosistem, yang saat ini telah melibatkan lebih dari 1.000 perusahaan lintas sektor; ketiga, menggunakan teknologi tinggi untuk memimpin inovasi digital.
CEO Huawei Cloud Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia semakin memperhatikan kecerdasan buatan (AI), dan meyakini AI dapat berperan di berbagai bidang serta mendorong pembangunan ekonomi. Ia mencontohkan AS dan China, di mana AI telah diterapkan di berbagai industri, meningkatkan efisiensi dan menekan biaya. Ia menyatakan optimisme terhadap peran AI dan komputasi awan dalam mendorong perekonomian Indonesia.
Banjir bandang di Sumatera pada akhir November lalu menarik perhatian Ketua Dewan Direksi Huawei Indonesia. Dalam sambutan hangat pada Huawei Cloud Indonesia Summit yang digelar baru-baru ini di Jakarta, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban. Ia berharap tetap bersatu dalam situasi ini dan berkomitmen mendukung Indonesia dalam pemulihan dan rekonstruksi. Menghadapi situasi ini, ia menekankan pentingnya solidaritas dengan negara dan rakyat, serta berkomitmen mendukung pembangunan kembali dan pemulihan wilayah tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa tim teknis sedang berkolaborasi dengan mitra lokal untuk memulihkan jaringan pelanggan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mencapai 500 miliar dolar AS, dan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 40%. Huawei berfokus pada tiga strategi utama: pertama, membangun kepercayaan digital melalui infrastruktur, misalnya dengan meluncurkan Huawei Cloud di Jakarta tiga tahun lalu; kedua, mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi ekosistem, yang saat ini telah melibatkan lebih dari 1.000 perusahaan lintas sektor; ketiga, menggunakan teknologi tinggi untuk memimpin inovasi digital.
CEO Huawei Cloud Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia semakin memperhatikan kecerdasan buatan (AI), dan meyakini AI dapat berperan di berbagai bidang serta mendorong pembangunan ekonomi. Ia mencontohkan AS dan China, di mana AI telah diterapkan di berbagai industri, meningkatkan efisiensi dan menekan biaya. Ia menyatakan optimisme terhadap peran AI dan komputasi awan dalam mendorong perekonomian Indonesia.