Tiongkok menjadi sumber utama impor batu nisan di Indonesia
Meskipun Indonesia adalah pemain global dalam perdagangan batu nisan, dan produk batunya sendiri juga dijual dalam jumlah besar ke Amerika Serikat dan Jepang, Indonesia masih mengimpor batu nisan dari luar negeri, dengan China sebagai pemasok utama.Data dari Kantor Statistik Pusat (CSO) menunjukkan bahwa impor batu nisan (kode HS 68029900) telah turun dan kemudian naik dalam beberapa tahun terakhir, menjadi $ 1,93 juta pada tahun 2019, naik menjadi $ 2,35 juta pada tahun 2020, dan kemudian terus turun pada tahun 2021 - 2022, mencapai titik terendah pada $ 948.000 pada tahun 2022.
Batu nisan Tiongkok sering kali terbuat dari granit nero hitam, yang kompak, tahan cuaca dan tahan lama, dan sering kali dirancang dengan detail artistik dan simbolisme yang kuat, yang mencerminkanTradisi Cinasecara estetikaAda kelompok konsumen tertentu.
Selain itu, Tiongkok, berdasarkanIndustri berskala besar dan rantai pasokan yang efisienKemampuan untuk mengutip produk dengan spesifikasi yang sama dengan harga yang lebih rendah, baik untuk importir maupun pengrajin lokal, impor adalahPilihan Ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa impor batu nisan di Indonesia bukan disebabkan oleh lemahnya industri lokal, melainkanSegmentasi Pasar dan Perbedaan Permintaan KonsumenAkibatnya, impor akan tetap ada di pasar Indonesia selama ada permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh produk lokal.