Perusahaan tambang BUMN Indonesia MIND ID baru-baru ini mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk proyek pabrik pemurnian alumina tahap II di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini juga diresmikan secara daring bersamaan dengan lima proyek industri hilir lainnya, menandai terbentuknya rantai industri aluminium yang lengkap di Indonesia. Proyek ini dikerjakan bekerja sama antara Inalum (anak perusahaan MIND ID), Antam, dan Bukit Asam, tiga BUMN, dengan total investasi Rp104,55 triliun (sekitar US$6,23 miliar), dan merupakan proyek strategis inti dalam mendorong hilirisasi mineral di Indonesia.
Proyek ini memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun. Setelah digabungkan dengan proyek tahap I yang sudah beroperasi, total kapasitas tahunan akan mencapai 2 juta ton, setiap tahunnya menyerap 6 juta ton bauksit dari Antam, dengan pasokan listrik dari Bukit Asam. Proyek ini bukan sekadar fasilitas produksi, melainkan ekosistem industri terpadu nasional yang mengintegrasikan bahan baku, energi, infrastruktur, dan tenaga kerja, membantu Indonesia lepas dari ketergantungan ekspor bahan mentah menuju produksi bernilai tambah tinggi.
Proyek ini diperkirakan akan memberikan kontribusi pertumbuhan PDB sebesar Rp71,8 triliun per tahun bagi Indonesia, menciptakan 65.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta memberikan kontribusi pendapatan negara Rp6,6 triliun per tahun. Selain itu, proyek ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor alumina dan meningkatkan posisinya dalam rantai pasok global. MIND ID juga berencana meningkatkan kapasitas produksi aluminium Inalum dari saat ini 275.000 ton/tahun menjadi 900.000 ton/tahun, dengan rencana membangun pabrik peleburan baru berkapasitas 600.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan aluminium dalam negeri Indonesia.
MIND ID Mengadakan Upacara Peletakan Batu Pertama untuk Proyek Pabrik Pemurnian Alumina Tahap II
Perusahaan tambang BUMN Indonesia MIND ID baru-baru ini mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk proyek pabrik pemurnian alumina tahap II di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini juga diresmikan secara daring bersamaan dengan lima proyek industri hilir lainnya, menandai <strong>terbentuknya rantai industri aluminium yang lengkap di Indonesia</strong>. Proyek ini dikerjakan bekerja sama antara Inalum (anak perusahaan MIND ID), Antam, dan Bukit Asam, tiga BUMN, dengan <strong>total investasi Rp104,55 triliun (sekitar US$6,23 miliar)</strong>, dan merupakan proyek strategis inti dalam mendorong <strong>hilirisasi mineral</strong> di Indonesia. Proyek ini memiliki <strong>kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun</strong>. Setelah digabungkan dengan proyek tahap I yang sudah beroperasi, total kapasitas tahunan akan mencapai <strong>2 juta ton</strong>, setiap tahunnya menyerap <strong>6 juta ton bauksit</strong> dari Antam, dengan pasokan listrik dari Bukit Asam. Proyek ini bukan sekadar fasilitas produksi, melainkan <strong>ekosistem industri terpadu nasional</strong> yang mengintegrasikan bahan baku, energi, infrastruktur, dan tenaga kerja, membantu Indonesia lepas dari ketergantungan ekspor bahan mentah menuju <strong>produksi bernilai tambah tinggi</strong>.
Perusahaan tambang BUMN Indonesia MIND ID baru-baru ini mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk proyek pabrik pemurnian alumina tahap II di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini juga diresmikan secara daring bersamaan dengan lima proyek industri hilir lainnya, menandai terbentuknya rantai industri aluminium yang lengkap di Indonesia. Proyek ini dikerjakan bekerja sama antara Inalum (anak perusahaan MIND ID), Antam, dan Bukit Asam, tiga BUMN, dengan total investasi Rp104,55 triliun (sekitar US$6,23 miliar), dan merupakan proyek strategis inti dalam mendorong hilirisasi mineral di Indonesia.
Proyek ini memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun. Setelah digabungkan dengan proyek tahap I yang sudah beroperasi, total kapasitas tahunan akan mencapai 2 juta ton, setiap tahunnya menyerap 6 juta ton bauksit dari Antam, dengan pasokan listrik dari Bukit Asam. Proyek ini bukan sekadar fasilitas produksi, melainkan ekosistem industri terpadu nasional yang mengintegrasikan bahan baku, energi, infrastruktur, dan tenaga kerja, membantu Indonesia lepas dari ketergantungan ekspor bahan mentah menuju produksi bernilai tambah tinggi.
Proyek ini diperkirakan akan memberikan kontribusi pertumbuhan PDB sebesar Rp71,8 triliun per tahun bagi Indonesia, menciptakan 65.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta memberikan kontribusi pendapatan negara Rp6,6 triliun per tahun. Selain itu, proyek ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor alumina dan meningkatkan posisinya dalam rantai pasok global. MIND ID juga berencana meningkatkan kapasitas produksi aluminium Inalum dari saat ini 275.000 ton/tahun menjadi 900.000 ton/tahun, dengan rencana membangun pabrik peleburan baru berkapasitas 600.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan aluminium dalam negeri Indonesia.
Bacaan Terkait
Kabar Industri
Plastik Murah China Ancam Industri Petrokimia Indonesia, Asosiasi Desak Perlindungan
2026-09-03
Kabar Industri
Dua Kawasan Andalan Jawa Tengah Terus Meningkatkan Daya Tarik Investasi
2026-08-31
Warta Industri