Selama penyelenggaraan Festival E-Commerce Bahan Pangan China ke-14 tahun 2026 di Wuhan, Indonesia secara bersamaan menggelar Forum Ekosistem Perdagangan Pangan China-Indonesia 2026, yang menunjukkan tekad kuat untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan China. Forum ini menjadi platform strategis penting untuk mendorong pertumbuhan ekspor pangan Indonesia dan menarik investasi industri, membantu menyempurnakan ekosistem industri pangan Indonesia serta memperluas akses pasar ke China dan global. Dalam acara ini, Indonesia menampilkan 17 peserta pameran, yang mencakup produsen lokal dan merek nasional, serta memamerkan berbagai produk pangan khas berkualitas. Indonesia juga menjalin kerja sama dengan lembaga seperti AFEX Expo untuk bersama-sama membangun platform industri pangan internasional terpadu, dengan memanfaatkan kapasitas industri China dan sumber daya alam Indonesia, serta memperdalam kerja sama di bidang akuakultur dan produk perikanan. Selain itu, ATTEC, Chongqing Department Store, dan Liangzhilong Group menandatangani surat niat kerja sama, yang merupakan langkah konkret bagi produk pangan Indonesia untuk memasuki pasar China. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa potensi pasar China sangat besar dan harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperluas jalur ekspor global produk Indonesia. Ia optimis terhadap pendalaman kerja sama antara perusahaan kedua negara. Menteri Koperasi dan UKM Indonesia menekankan pentingnya membangun ekosistem pangan terpadu yang berdaya saing global dan mengusulkan tiga prioritas kerja sama: pembangunan rantai pasok pangan terpadu, kerja sama inovasi teknologi di bidang pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama harus mencakup seluruh rantai industri dari produksi hingga distribusi digital, dan diwujudkan dalam investasi jangka panjang serta kolaborasi nyata. Kehadiran paviliun Indonesia juga mencerminkan tekad negara untuk mempromosikan produk pangan berkualitas ke seluruh dunia. Selain perdagangan pangan tradisional, forum ini juga memberikan peluang bagi industri kuliner Indonesia untuk go internasional, dengan peserta pameran seperti Sari Ratu yang aktif mengembangkan pasar luar negeri. Indonesia berharap melalui globalisasi restoran Indonesia sebagai jembatan, dapat mendorong pertumbuhan ekspor produk khas seperti rempah-rempah dan herbal. Melalui pameran dan rangkaian forum ini, Indonesia menargetkan kerja sama nyata, meningkatkan ekspor sekaligus menarik investasi dan mendorong peningkatan industri, memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, serta memainkan peran sebagai mitra strategis dalam industri pangan global, menciptakan destinasi investasi yang lebih menarik, dan mewujudkan pola kerja sama ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan, stabil dan jangka panjang antara China dan Indonesia.