rnrnPemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, berencana mengacu pada pengalaman sukses transformasi industri inovatif China untuk menjadikan kawasan Bantargebang sebagai kawasan industri ekonomi sirkular. Wali Kota Bekasi secara khusus melakukan kunjungan lapangan ke China untuk meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dan mengumumkan rencana revitalisasi kawasan tersebut. Wali kota menyatakan bahwa kunjungan ini difokuskan untuk mempelajari jalur pengembangan Grup MeixinDa sebagai model referensi. Perusahaan tersebut awalnya bergerak di bidang tekstil, kemudian memperluas jangkauan ke sektor lingkungan hidup dan berhasil menginkubasi perusahaan pembangkit listrik tenaga sampah terkemuka di China, Wangneng Environment. Model pengembangan industri baru yang terkait dengan bisnis inti ini sangat bernilai sebagai acuan. Pihak setempat telah melakukan kontak awal dengan perusahaan dan berencana memperkenalkan pembangkit listrik tenaga sampah di Bantargebang.rnrnIa menyatakan bahwa model inovasi industri ini mampu menginkubasi rantai industri baru berdasarkan bisnis inti yang sudah ada. Proyek pembangkit listrik tenaga sampah akan menjadi fondasi transformasi Bantargebang, sehingga dapat mendorong berbagai industri pendukung ekonomi sirkular untuk beroperasi dan menciptakan manfaat ekonomi bagi warga setempat. Selain proyek energi ramah lingkungan, pemerintah juga mendorong grup tersebut untuk bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional di wilayah Bekasi dalam industri kreatif, dengan fokus utama pada sektor fesyen. Kerja sama ini mencakup pelatihan keterampilan bagi desainer muda, peningkatan kualitas produk UMKM, pertukaran teknis, serta pembukaan saluran penjualan ke luar negeri. Wilayah ini memiliki banyak talenta desain kreatif, namun kekurangan sumber daya pendukung untuk memasuki pasar internasional. Pemerintah berharap melalui kerja sama ini dapat membangun platform belajar dan bertukar pengalaman serta meningkatkan daya saing produk fesyen lokal di tingkat global.rnrnWali kota juga menyampaikan undangan investasi kepada perusahaan, menyambut mereka untuk memperluas penanaman modal di Bekasi. Revitalisasi kawasan secara keseluruhan akan dilakukan secara komprehensif: dengan pembangkit listrik tenaga sampah sebagai inti, sekaligus mengembangkan industri turunan seperti pemanfaatan abu terbang dan slag, serta memperkenalkan investasi baru, membangun pusat inovasi, dan mengembangkan industri kreatif serta manufaktur yang sesuai dengan ekonomi sirkular. Wali kota menyampaikan visi jangka panjang, berharap dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Bantargebang tidak lagi dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan dan kutub pertumbuhan ekonomi hijau, terus menciptakan lapangan kerja dan peluang pembangunan bagi warga setempat, serta mewujudkan tujuan ganda pengelolaan sampah, peningkatan industri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.