China Bantu Indonesia Menjadi Pusat Produksi Baterai Mobil Terbesar di ASEAN
Pada Juni 2025, proyek terintegrasi produksi dan rantai penjualan baterai kendaraan listrik terbesar di Indonesia bahkan ASEAN resmi diluncurkan. Presiden Prabowo menghadiri upacara peletakan batu pertama dan menekankan bahwa ini adalah hasil kerja sama China-Indonesia. Proyek ini diikuti oleh perusahaan China CATL dan beberapa perusahaan China lainnya dengan total investasi mencapai 5,9 miliar dolar AS. Basis produksi berlokasi di Karawang, Jawa Barat; Halmahera Timur, Maluku Utara; dan Maluku Utara. Proyek ini akan mendorong pengembangan 18 proyek infrastruktur, termasuk pembangunan pelabuhan multifungsi. Para ahli berpendapat bahwa China sedang membantu Indonesia menjadi pusat produksi baterai kendaraan energi baru terbesar di ASEAN.
Kerja Sama China-Indonesia dalam Proyek Kota Industri Bandara Bandung
Perusahaan Tiongkok Mulai Membangun Proyek Manufaktur Panel Surya di Indonesia
Motor Listrik Cerdas Tiongkok Direncanakan Meluncur di Indonesia Tahun Depan
Proyek Produksi Lokalisasi Luar Negeri Pertama Xpeng Dimulai di Indonesia pada Bulan Juli
Baterai Chery Uji Perendaman Air Laut di Jakarta Hampir 54 Jam Tanpa Kelainan
Baterai mobil Chery Tiggo 8 CSH menjalani uji perendaman di laut di Pantai PIK 2 Jakarta. Baterai sebenarnya terendam air laut selama 53 jam 51 menit, melebihi rencana awal 48 jam. Setelah perendaman, baterai dipasang kembali ke kendaraan dan berjalan normal. Pemeriksaan teknisi menunjukkan tidak ada dampak signifikan. Pengujian bertujuan memverifikasi ketahanan dan keamanan sistem baterai. Sebelumnya, baterai ini telah menyelesaikan tantangan ekstrem di China seperti tes guling spiral, tabrakan dua kendaraan, dan tes tekanan tumpukan tujuh mobil (lebih dari 48 jam). Sifat korosif dan konduktivitas air laut jauh melebihi air hujan biasa, sehingga mudah mempercepat korosi logam dan degradasi lapisan isolasi. Baterai tradisional
Perusahaan China Berpartisipasi dalam Pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Turbin Gas di Indonesia
Proyek EPC pembangkit listrik turbin gas 4×18 megawatt yang mendukung nikel hidroksida kobalt di Kawasan Industri Pomalaa milik Huayou Cobalt Indonesia (PT. KOLAKA NICKEL INDONESIA), yang dikerjakan oleh PowerChina, baru-baru ini secara resmi memulai konstruksi. Proyek ini merupakan proyek pembangkit listrik turbin gas pendukung nikel hidroksida kobalt pertama PowerChina di Indonesia. Tim proyek telah melakukan persiapan yang matang, personel konstruksi di lapangan, mesin, generator, peralatan kerja, dan alat ukur telah lolos verifikasi ketat dari pengawas dan pemilik proyek, sehingga disetujui untuk memulai konstruksi. Tim proyek telah merencanakan secara proaktif, mengorganisir dengan cermat, dan secara efisien mendorong berbagai persiapan, meletakkan dasar bagi pelaksanaan proyek
Perusahaan Tiongkok berpartisipasi dalam proyek pengembangan gas TPA di Provinsi Riau, Indonesia
China Water Industry Group telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk bekerja sama dalam proyek pemanfaatan gas TPA di TPA Muara Fajar setempat, dengan tujuan mengubah gas TPA menjadi energi bersih. Kota Pekanbaru adalah ibu kota Provinsi Riau di Pulau Sumatera, dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa. Akselerasi urbanisasi menyebabkan lonjakan volume sampah rumah tangga. TPA ini memproses 1.000 ton sampah per hari, dan model penimbunan yang ada menghadapi tantangan lingkungan dan keberlanjutan. China Water Industry Group, dengan teknologi canggih dan pengalaman luas di bidang lingkungan dan energi baru, menggunakan teknologi pengumpulan, pemurnian, dan pemanfaatan gas TPA
Perusahaan Tiongkok memulai proyek soda abu pertama di Indonesia di Kalimantan Timur
Proyek soda abu 300.000 ton/tahun milik PT Pupuk Kaltim (PKT) yang dikerjakan oleh China Chemical Tianchen Company telah resmi dimulai. Proyek ini merupakan proyek soda abu pertama di Indonesia dan juga proyek strategis nasional Indonesia, sekaligus menandai pertama kalinya metode Hou (proses soda amonia) Tiongkok diterapkan di Indonesia. Proyek ini berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia, dengan kapasitas pabrik soda abu 300.000 ton/tahun. Untuk merespons berbagai rencana strategis pemerintah Indonesia, proyek ini menggunakan proses soda amonia canggih internasional, yang tidak hanya meningkatkan produksi pupuk majemuk melalui amonium klorida sebagai produk sampingan untuk mendorong swasembada pangan, tetapi juga memanfaatkan karbon dioksida sebagai bahan baku untuk mendukung tujuan ekonomi hijau pengurangan emisi karbon.
Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Bangun Pabrik Baja Baru Berkapasitas 3 Juta Ton per Tahun
PT Krakatau Steel beserta grupnya bekerja sama dengan PT Dexin Steel Indonesia, anak perusahaan Delong Steel Group Tiongkok (produsen baja terbesar ke-11 dunia dan ke-7 di Tiongkok), untuk membangun pabrik baja baru di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten, dengan luas lahan lebih dari 500 hektar. Targetnya adalah membangun pabrik baja terpadu berkapasitas 3 juta ton per tahun, memproduksi baja berkualitas tinggi, serta mengeksplorasi pengembangan baja hijau. Pada Mei 2025, delegasi Krakatau Steel berkunjung ke Tiongkok dan menandatangani nota kesepahaman pengadaan bahan baku dengan Delong Steel
BAIC Resmi Merakit Mobil Secara Lokal di Indonesia
Beijing Automotive (BAIC) Indonesia, melalui pabrik HIM di Purwakarta, Jawa Barat, meluncurkan model BJ40 Plus yang dirakit secara lokal. Sebelumnya, model ini diimpor secara utuh dari China. Peluncuran ini dipimpin oleh PT JIO, menandai dimulainya operasi perakitan lokal merek tersebut. Untuk memastikan proses perakitan memenuhi standar, merek ini mengirim 7 orang teknisi dari PT JDI dan PT HIM ke pabrik khusus off-road BAIC di Beijing, China, untuk belajar dan analisis proses selama dua minggu. Sementara itu, BAIC International mengirim 6 orang ahli teknis (termasuk 2 ahli pengendalian mutu) ke pabrik di Indonesia
Pabrik GAC Aion di Indonesia Resmi Beroperasi
Merek mobil China GAC Aion bekerja sama dengan distributor lokal Indomobil Group mendirikan pabrik perakitan lokal pertama di Purwakarta, Jawa Barat, yang resmi beroperasi pada Selasa, 10 Juni 2025. Tahap awal direncanakan mampu memproduksi 20.000 kendaraan per tahun, dengan target peningkatan kapasitas menjadi 50.000 kendaraan dalam beberapa tahun ke depan. Pabrik ini menerapkan konsep "Pabrik Mercusuar" (Lighthouse Factory) dengan sistem manufaktur yang cerdas dan ramah lingkungan, dilengkapi teknologi terkini dan sistem produksi terintegrasi. Pabrik juga akan menggunakan sistem manufaktur canggih yang telah diterapkan di pabrik China, sehingga mampu merakit berbagai model kendaraan, mulai dari sedan hingga kendaraan serbaguna (MPV).