Delapan Perusahaan Indonesia Masuk Daftar 100 Perusahaan Asia yang Layak Dicermati
Forbes baru-baru ini merilis daftar 100 Perusahaan Asia yang Layak Dicermati tahun 2025, dengan 8 startup Indonesia yang terpilih, mencakup berbagai bidang seperti bahan bangunan hijau, teknologi keuangan, dan jasa lingkungan. India memimpin daftar dengan 18 perusahaan, Singapura dan Jepang masing-masing 14, China 9, Indonesia dan Korea Selatan masing-masing 8. Perusahaan yang terpilih meliputi: 1. BRIK (didirikan 2022): platform penjualan langsung bahan bangunan hijau, telah mendapatkan pendanaan 22 juta USD, klien termasuk grup properti Ciputra; 2. ESB (didirikan 2018): mengembangkan PO
1.690 Perusahaan di Indonesia Bangun Pabrik dengan Investasi Lebih dari 930 Triliun Rupiah
Indonesia Terus Berlakukan Ketentuan Impor Etanol yang Ada
Investasi China di Indonesia Tembus Rp578 Triliun (254 Miliar Yuan)
Perusahaan Pertambangan Prancis Perluas Bisnis Nikel di Indonesia
Dari 500 MW ke 7 GW: Ambisi Pengembangan Nuklir Indonesia Terungkap
Rencana pengembangan nuklir Indonesia menargetkan jangka pendek pembangunan PLTN 500 MW pada 2034, dengan target jangka panjang ekspansi hingga 7 GW pada 2040. Investasi tahap pertama Rp52,3 triliun (sekitar US$3,2 miliar) mencakup siklus pembangunan 2025-2034. Total investasi di sektor ketenagalistrikan mencapai US$18,8 miliar (sekitar Rp2.967 triliun), dengan kontribusi nuklir sebesar 17% (kedua setelah panas bumi dan tenaga surya). Proyek ini dipimpin oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), menggunakan teknologi reaktor modular kecil, dengan lokasi meliputi Bangka Belitung (tahap studi kelayakan) serta Kalimantan (kandidat alternatif).
Perpanjangan Rantai Pasok Tanaman Pangan Indonesia Berpotensi Sumbang Rp 2.600 Triliun
Menteri Pertanian baru-baru ini memaparkan potensi ekspor industri kelapa Indonesia dan rencana perpanjangan rantai pasok. Luas areal tanam kelapa di Indonesia mencapai 2,8 juta hektar, jika perpanjangan rantai pasok didorong, nilai ekspor diperkirakan tembus Rp 400 triliun, dengan target pasar utama China dan India. Tidak hanya kelapa, kopi, kakao, pala, mint dan tanaman ekonomi lainnya melalui perpanjangan rantai pasok juga dapat meningkatkan nilai ekspor, diperkirakan secara keseluruhan dapat menyumbang Rp 2.600 triliun. Rencana ini diperkirakan menciptakan 1,6 juta lapangan kerja dalam 3 tahun, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat perekonomian nasional. Implementasi rencana memerlukan keterlibatan TNI, un
Lembaga Investasi Indonesia Ambil Alih Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebagai proyek besar era pemerintahan Presiden sebelumnya Joko Widodo, pendanaan utamanya berasal dari pinjaman Bank Pembangunan Nasional China (CDB), sisanya berasal dari APBN serta modal gabungan BUMN Indonesia dan China. Proyek ini mulai dibangun pada tahun 2016, dengan pembengkakan biaya sebesar USD 1,2 miliar, setara sekitar Rp18,02 triliun. Setelah audit bersama kedua negara, total biaya konstruksi mencapai USD 7,27 miliar, setara sekitar Rp108,14 triliun. Badan Pengelola Investasi Nasional Indonesia (BPI Danantara) berencana melakukan restrukturisasi utang KCJB
Indonesia Rencanakan Kerja Sama dengan Perusahaan China Bangun PLTS
Indonesia berencana bekerja sama dengan perusahaan China untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Kerja sama ini dimajukan dalam kunjungan kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke China, yang baru-baru ini melakukan pertemuan bilateral dengan produsen panel surya China, Trina Solar. Potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 GWp, namun hingga Desember 2024 baru dimanfaatkan sekitar 912 MW. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat mengoptimalkan perencanaan pasokan listrik energi bersih guna mewujudkan keberlanjutan dan kemandirian energi. Kerja sama ini berfokus pada PT Trina Ma
Investor China Aktif Berinvestasi di Kawasan Industri Halal Indonesia
Pemerintah Indonesia menyatakan investor China telah mengantre untuk berinvestasi di Kawasan Industri Halal (KIH) Sidoarjo, Jawa Timur, terutama di bidang gelatin halal, farmasi, dan kosmetik. Sebagai contoh, investor China AminBio fokus pada produksi gelatin halal, sementara Zhong Tou Investment fokus pada farmasi dan kosmetik halal. Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Halal ini masih memerlukan persetujuan Presiden Prabowo. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengajukan rancangan Peraturan Pemerintah terkait dan berharap proses persetujuan segera selesai. Kawasan Industri Halal Sidoarjo merupakan salah satu dari empat Kawasan Industri Halal di Indonesia. Tiga lainnya
Indonesia dan China Rencanakan Kerja Sama Akuisisi Pabrik Peleburan Nikel
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Indonesia Danantara kemungkinan akan membentuk konsorsium dengan perusahaan China untuk bersama-sama mengakuisisi aset pabrik peleburan nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Rencana akuisisi masih dalam pengembangan, Danantara menunggu persetujuan pemangku kepentingan dan melakukan uji tuntas, serta berencana untuk bermitra dengan MIND ID, perusahaan induk BUMN pertambangan, sebagai mitra utama. Danantara menyiapkan dana akuisisi awal sekitar US$20 miliar, serta dukungan pinjaman sindikasi sebesar US$60 juta
Indonesia Akan Kedatangan 6 Perusahaan Besar dengan Total Kapitalisasi Pasar Lebih dari Rp3 Triliun Melakukan IPO pada 2025
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam konferensi pers peringatan 48 tahun Pasar Modal di Gedung Utama BEI Jakarta menyatakan bahwa pada tahun 2025, terdapat dua perusahaan unggulan besar yang berencana melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada semester kedua, dan pada semester pertama 2025 terdapat 4 perusahaan besar yang telah menyelesaikan IPO, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum