Pada 3 Mei 2025, Profesor Xu Kecheng, pendiri Rumah Sakit Tumor Fuda Guangzhou, bersama istrinya Profesor Zhong Jiayan, memimpin delegasi pengusaha Tiongkok mengunjungi kawasan industri terbesar di Indonesia, Jababeka, untuk berunding dengan pendiri Grup Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, mengenai pembangunan Jababeka Medical City dan Fakultas Kedokteran President University. Xu Kecheng adalah tokoh terkemuka dalam perawatan tumor minimal invasif. Zhong Jiayan telah lama mempromosikan pertukaran Tiongkok-Indonesia, dan mengusulkan model kerja sama "medis + pendidikan + industri" serta berencana mendirikan pusat pengobatan TCM. Kawasan Industri Jababeka memiliki skala besar dan kontribusi tinggi, namun layanan spesialisasi kelas atas di Medical City masih perlu ditingkatkan. Kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan spesialisasi seperti onkologi, dan merencanakan zona wisata medis internasional. Kerja sama ini merupakan kemajuan penting dalam "Jalur Sutra Kesehatan" antara Tiongkok dan Indonesia. Rumah Sakit Fuda berencana menjadikan ini sebagai titik awal untuk mereplikasi model di Asia Tenggara, mendorong integrasi teknologi medis Tiongkok dengan pasar Indonesia. Grup Jababeka berharap dapat menjadi "Singapura-nya Asia Tenggara" melalui kerja sama ini, memberikan dorongan baru bagi pembangunan regional.
Kerja Sama Rumah Sakit Fuda Guangzhou dengan Grup Jababeka Indonesia
Pada 3 Mei 2025, Profesor Xu Kecheng, pendiri Rumah Sakit Tumor Fuda Guangzhou, bersama istrinya Profesor Zhong Jiayan, memimpin delegasi pengusaha Tiongkok mengunjungi kawasan industri terbesar di Indonesia, Jababeka, untuk berunding dengan pendiri Grup Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, mengenai pembangunan Jababeka Medical City dan Fakultas Kedokteran President University. Xu Kecheng adalah tokoh terkemuka dalam perawatan tumor minimal invasif. Zhong Jiayan telah lama mempromosikan pertukaran Tiongkok-Indonesia, dan mengusulkan model kerja sama "medis + pendidikan + industri" serta berencana mendirikan pusat pengobatan TCM. Kawasan Industri Jababeka memiliki skala besar dan kontribusi tinggi, namun layanan spesialisasi kelas atas Medical City masih perlu ditingkatkan.
Pada 3 Mei 2025, Profesor Xu Kecheng, pendiri Rumah Sakit Tumor Fuda Guangzhou, bersama istrinya Profesor Zhong Jiayan, memimpin delegasi pengusaha Tiongkok mengunjungi kawasan industri terbesar di Indonesia, Jababeka, untuk berunding dengan pendiri Grup Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, mengenai pembangunan Jababeka Medical City dan Fakultas Kedokteran President University. Xu Kecheng adalah tokoh terkemuka dalam perawatan tumor minimal invasif. Zhong Jiayan telah lama mempromosikan pertukaran Tiongkok-Indonesia, dan mengusulkan model kerja sama "medis + pendidikan + industri" serta berencana mendirikan pusat pengobatan TCM. Kawasan Industri Jababeka memiliki skala besar dan kontribusi tinggi, namun layanan spesialisasi kelas atas di Medical City masih perlu ditingkatkan. Kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan spesialisasi seperti onkologi, dan merencanakan zona wisata medis internasional. Kerja sama ini merupakan kemajuan penting dalam "Jalur Sutra Kesehatan" antara Tiongkok dan Indonesia. Rumah Sakit Fuda berencana menjadikan ini sebagai titik awal untuk mereplikasi model di Asia Tenggara, mendorong integrasi teknologi medis Tiongkok dengan pasar Indonesia. Grup Jababeka berharap dapat menjadi "Singapura-nya Asia Tenggara" melalui kerja sama ini, memberikan dorongan baru bagi pembangunan regional.
Bacaan Terkait
Kabar Investasi Tiongkok
Industri Kemasan Premium Tiongkok Menanamkan Modal di Kawasan Industri Inti Kendal
2026-07-23
Kabar Investasi Tiongkok
Proyek Peleburan Tembaga Tiongkok-Indonesia Berhasil Selesai Uji Terima
2026-07-22
Kabar Investasi Tiongkok