Pada kuartal pertama 2025, investasi sektor hilir Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dengan nilai investasi mencapai 136,3 triliun Rupiah.Angka ini meningkat 1,04% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan melonjak 79,82% year-on-year (YoY) dibandingkan kuartal I 2024 yang sebesar 75,8 triliun Rupiah. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menyatakan bahwa potensi investasi hilir sangat besar, dan pertumbuhan 79,82% YoY sangat berarti serta dapat memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Dari segi komposisi investasi, kontribusi sektor ini terhadap total investasi kuartal I 2025 mencapai 29,3%, meningkat dibandingkan rata-rata 24% dalam tiga tahun terakhir, berkat optimalisasi pengolahan produk hilir. Investasi di sektor komoditas mineral mencapai 97,6 triliun Rupiah, terutama difokuskan pada nikel, baja, tembaga, dan lain-lain. Sektor perkebunan dan kehutanan mencapai 31,13 triliun Rupiah, meliputi kelapa sawit, karet, dan lain-lain. Sektor minyak dan gas bumi mencapai 6,55 triliun Rupiah. Sektor perikanan dan komoditas kelautan mencapai 1,03 triliun Rupiah, termasuk garam, tuna, dan lain-lain. Sebelumnya investasi lebih banyak terfokus pada nikel dan industri hilirnya, kini industri tembaga juga mulai berkembang. Ke depan, akan didorong pengembangan mendalam industri seperti kelapa sawit untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan nilai tambah, serta akan terus mendorong diversifikasi sektor hilir di bidang kelautan seperti rumput laut dan ikan.