Indonesia Catat Surplus Perdagangan Selama 57 Bulan Berturut-turut
Pada Januari 2025, Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 57 bulan berturut-turut, rekor terbaru setelah 56 bulan berturut-turut sebelumnya. Surplus perdagangan terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari nilai impor. Pada Januari 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai 21,45 miliar dolar AS, sementara impor 18 miliar dolar AS, sehingga surplus perdagangan sekitar 2,45 miliar dolar AS. Pejabat sementara Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa surplus perdagangan barang pada Januari 2025 mencapai 3,45 miliar dolar AS, meningkat 1,21 miliar dolar AS secara bulanan, dan telah mencatat surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus perdagangan Januari didukung oleh komoditas non-migas, terutama
Perhatian Tinggi! 71 Petugas Imigrasi Indonesia Diskors karena Memeras Warga China
Beberapa Proyek Besar Perusahaan Tiongkok Alami Pemerasan Kekerasan
Pemerintah Indonesia Berencana Melarang Influencer Mengulas Sembarangan Obat, Makanan, dan Kosmetik
Indonesia Berencana Menurunkan Produksi Nikel Tahun Ini
Kebutuhan Investasi Energi Baru Indonesia Capai Rp1.100 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan peningkatan kapasitas listrik terpasang menjadi 70 gigawatt, dengan 60% berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT). Target ini akan tertuang dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Jika mengacu pada draf tersebut, kebutuhan investasi proyek EBT diperkirakan mencapai Rp1.100 triliun, dengan investasi interkoneksi jaringan sekitar Rp400 triliun dan investasi pembangkit listrik sekitar Rp600-700 triliun. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, diperlukan peningkatan kapasitas listrik terpasang secara signifikan. Sebelumnya, Kementerian ESDM
Kedutaan Besar China di Indonesia Kirim Surat, Petugas Imigrasi Bandara Dibebastugaskan karena Diduga Pemerasan
Semua petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta telah dibebastugaskan sementara! Peristiwa ini bermula pada 21 Januari 2025, ketika Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia mengirim surat kepada instansi terkait di Indonesia, melaporkan bahwa sejumlah warga negara China telah menjadi korban pemerasan oleh petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta. Surat tersebut mencakup daftar kasus dugaan pemerasan antara Februari 2024 hingga Januari 2025, yang merinci setidaknya 44 kasus dugaan pemerasan, dengan lebih dari 60 warga negara China dimintai total Rp32.750.000, serta memberikan contoh kasus spesifik dan bukti transfer bank.
QianDao bersama Indoent mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk Anda
Para pelanggan dan mitra yang terhormat: Pada momen indah pergantian tahun ini, dengan rasa terima kasih yang mendalam, kami sampaikan ucapan Selamat Tahun Baru yang paling tulus! Sepanjang tahun lalu, berkat dukungan dan kepercayaan Anda, Indoent telah mencapai prestasi yang membanggakan. Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indoent telah memperoleh izin dari lebih dari 300 perusahaan Tiongkok di Indonesia, dan angka ini terus meningkat secara stabil. Tahun ini, tim Indoent tetap setia pada misi awal, selalu menjunjung tujuan 'menghubungkan informasi, saling berbagi', dan berkomitmen untuk membantu perusahaan Tiongkok dalam proses pendirian di Indonesia
Duta Besar China untuk Indonesia Mengunjungi KEK JIIPE
Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, baru-baru ini mengunjungi KEK JIIPE-Gresik di Indonesia. China adalah salah satu negara investor terbesar di Indonesia, dengan total investasi sebesar 5,78 miliar dolar AS pada kuartal III 2024, yang menunjukkan partisipasi dan kontribusi aktif China terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Selama kunjungan, duta besar meninjau perusahaan-perusahaan besar di kawasan seperti PT Freeport Indonesia, PT Hailiang New Materials Indonesia, dan PT Xinyi Glass Indonesia. PT Xinyi Glass memperkenalkan lini produksi terbaru dengan kapasitas peleburan 1.100 ton per hari, memasok kaca berkualitas tinggi untuk sektor konstruksi, otomotif, dan energi baru, memenuhi permintaan pasar Indonesia dan Asia Tenggara
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama Indonesia Berlokasi di Bangka Belitung
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama Indonesia akan dibangun di Pulau Kelasa, sekitar 400 km di utara Jakarta, diinvestasikan oleh perusahaan Thorcon dengan total investasi Rp 17 triliun. Reaktor prototipe akan dikirim dari Korea Selatan pada tahun 2028, ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun 2030, dan mulai menyalurkan listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2032, dengan target harga listrik di bawah 6,9 sen dolar AS per kWh. PLTN ini menggunakan thorium sebagai bahan baku, memanfaatkan sumber daya timah lokal yang melimpah. Tahap awal akan membangun pembangkit berkapasitas 500 MW, dan tahap kedua akan menambah enam unit, sehingga total kapasitas mencapai 3,5 GW. Pemerintah Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan energi dan transisi energi, berencana menambah pasokan listrik sebesar 100 GW dalam 15 tahun, dengan 75% berasal dari energi terbarukan
Prospek Masa Depan dan Pasar Properti di Daerah Khusus Jakarta
Pada 30 November 2024, status Daerah Khusus Ibukota Jakarta berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta. Pembangunan IKN, ibu kota baru Indonesia, sedang berlangsung. Presiden Prabowo berencana mulai bekerja di IKN pada 17 Agustus 2028, dan pegawai negeri akan dipindahkan ke IKN pada bulan April. Setelah Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota, masa depannya menimbulkan banyak pertanyaan. Studi dari Colliers Indonesia menunjukkan bahwa populasi kota-kota lain yang kehilangan status ibu kota tetap tumbuh, dan Jakarta diperkirakan akan menjadi lebih layak huni. Dengan berkurangnya kemacetan lalu lintas, nilai properti mungkin naik, dan gedung-gedung pemerintah lama dapat diubah menjadi hunian atau hotel. Meskipun pertumbuhan harga properti di Jakarta stagnan, karena pasokan yang melimpah dan akses transportasi yang baik, Jakarta tetap menjadi pilihan utama pembeli.
Harga BBM Terbaru di Empat SPBU Utama Indonesia
Semua perusahaan penyedia BBM seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia, secara bersama-sama menaikkan harga produk bahan bakar di semua SPBU di Indonesia. Penyesuaian harga ini berlaku sejak 1 Desember 2024, misalnya harga BBM non-subsidi tipe Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Jenis BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax (RON 92