Tujuh Perusahaan Keramik Lokal Indonesia Terpaksa Tutup dan Hentikan Produksi
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa tujuh perusahaan ubin telah tutup atau bangkrut akibat kenaikan harga gas alam dan dampak impor besar-besaran produk keramik dari China. Ketua Kelompok Kerja Pengembangan Industri Keramik dan Kaca Kemenperin mengatakan bahwa industri keramik lokal terus menurun daya saingnya karena kenaikan harga gas alam, meskipun sebelum tahun 2015 berhasil dengan daya saing tinggi hingga tingkat utilisasi mencapai 90%, namun setelahnya mulai menurun, daya saing rendah, tidak mampu bersaing dalam harga, dan kedatangan produk impor murah memperburuk keadaan. Impor ubin meningkat deras masuk
Satuan Tugas Gabungan Kementerian Perdagangan Indonesia Fokus Memberantas Tujuh Jenis Barang Impor Ilegal
Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menerima 421 surat minat investasi
Kementerian Luar Negeri Tanggapi Pengenaan Tarif Tinggi Indonesia atas Barang Tiongkok
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Apresiasi Perusahaan Tiongkok yang Patuh pada Regulasi Indonesia
Stok Cabai Merah Indonesia Akan Berada di Posisi Rendah
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa stok cabai merah besar Indonesia berada pada posisi kritis rendah, dan situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga September 2024. Ia menyatakan bahwa stok cabai merah besar di Indonesia pada bulan ini berada dalam posisi kritis karena stok dalam negeri sangat sedikit hingga September tahun ini. Sementara itu, stok cabai rawit masih dalam keadaan aman, namun akan mengalami kekurangan mulai November hingga Desember 2024, karena beberapa daerah yang menjadi pusat produksi cabai mengalami kekeringan yang menyebabkan gagal panen, bahkan beberapa petani telah mengosongkan lahan mereka.
Rencana Pengenaan Tarif 200% untuk Impor Tiongkok Masih dalam Pembahasan
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemerintah masih membahas pengenaan tarif impor yang lebih tinggi untuk berbagai produk dari Tiongkok. Ketika ditanya tentang pembahasan pengenaan tarif impor 200% untuk produk Tiongkok, ia mengatakan bahwa pembahasan masih dilakukan dengan kementerian terkait, yaitu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pembahasan mengenai tarif impor yang lebih tinggi untuk produk Tiongkok perlu dipertimbangkan oleh semua pihak, terutama Kementerian Perindustrian yang beranggapan bahwa hal tersebut harus dipertimbangkan dari hulu ke hilir. Produk-produk seperti serat dan tekstil dari Tiongkok membanjiri pasar Indonesia, yang juga berdampak pada industri dalam negeri yang memproduksi produk serupa.
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama di Bidang Sumber Daya Manusia
Menteri Ketenagakerjaan sedang menjajaki peluang transfer kapasitas sumber daya manusia usia produktif dari Tiongkok. Dalam kunjungan kerja ke Shanghai International Training Center (SITC) pada hari Jumat, ia membahas potensi kerja sama. Indonesia akan bekerja sama dengan SITC, dengan fokus khusus pada pelatihan berbasis kompetensi di pusat pelatihan vokasi komunitas di seluruh Indonesia. Ia menyebutkan beberapa pekerjaan potensial yang akan dilakukan kedua belah pihak, yaitu mendukung pelatihan instruktur di Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) dan UPT
Ekonom Meragukan Pengenaan Tarif Tinggi pada Barang Impor China
Pengamat ekonomi menemukan bahwa Indonesia sering dipenuhi dengan barang impor dari China yang mengancam industri dalam negeri, tetapi pengenaan tarif impor hingga 200% dianggap bukanlah solusi. Direktur Eksekutif Pusat Reformasi Ekonomi (CORE) mengatakan bahwa adanya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) adalah salah satu penyebab meningkatnya impor produk China ke ASEAN, termasuk Indonesia, sejak 2019. Sejak diberlakukan pada 2016, banyak produk impor dari China dikenakan tarif impor yang sangat rendah di pasar domestik, dan Indonesia terikat oleh ACFTA, yang menyebabkan selama 10 tahun terakhir dipenuhi dengan produk China
Lebih dari 150.000 Karyawan Tekstil Indonesia Mengalami PHK
Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Filamen Indonesia (APSyFI) menyatakan bahwa saat ini terdapat 21 perusahaan tekstil yang tutup di Indonesia, dan 31 pabrik tekstil menghadapi ancaman penutupan. Sejak akhir tahun 2022, tingkat utilisasi kapasitas pabrik tekstil mulai menurun. Hingga kuartal kedua tahun 2022, tingkat utilisasi hanya 72%, dan banyak perusahaan tekstil serta garmen yang menjadi anggota ApsyFI telah tutup. Hingga saat ini, utilisasi sektor ini terus menurun. Menurut catatan asosiasi, kini hanya tersisa 45%. Sejak pandemi Covid-19, tingkat utilisasi kapasitas telah menurun, dan industri tekstil
Indonesia Temukan Banyak Kosmetik Tidak Terdaftar BPOM Mengandung Zat Karsinogenik
Baru-baru ini platform media sosial di Indonesia muncul diskusi tentang daftar kosmetik produksi luar negeri yang mengandung zat karsinogenik. Karsinogen adalah zat berbahaya bagi tubuh karena dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Seorang pengguna TikTok mengunggah video berisi daftar kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, mengklaim bahwa ini adalah kosmetik China yang mengandung zat karsinogenik, dan meminta masyarakat untuk membuangnya/jangan membeli karena mengandung logam berat karsinogenik!! Produk yang disebutkan dalam video termasuk beberapa kosmetik dari China. Koordinator Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) menyatakan bahwa pihaknya belum memverifikasi
Indonesia Akan Jadi Produsen Tembaga Terbesar Keempat di Dunia Tahun Depan
Indonesia akan menjadi produsen katoda tembaga terbesar keempat di dunia pada tahun 2025, setelah pabrik peleburan baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik mulai beroperasi penuh pada Juli 2024. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa pabrik tembaga tersebut akan memproduksi 60 ton emas murni dan 400.000 ton katoda tembaga. Selain itu, nilai investasi pabrik peleburan ini sebesar 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 49,2 triliun, dan akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2024. Mulai 1 Juli, pabrik Freeport akan mengolah konsentrat tembaga dari