Gaji Rata-rata Karyawan Indonesia Diproyeksikan Naik 5,8% pada 2026
Survei Gaji Mercer 2025 menunjukkan bahwa gaji rata-rata karyawan di Indonesia diperkirakan naik 5,8% pada 2026, lebih rendah dari 6,3% pada 2025. Survei ini menganalisis tren dan kebijakan pengupahan di lebih dari 7.000 posisi dari 588 perusahaan di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan melambat, semua perusahaan yang disurvei tetap berencana menaikkan gaji pada 2026 (sama dengan 2025). Faktor utama yang memengaruhi kenaikan gaji 2026 meliputi kinerja individu, kisaran gaji, dan kinerja perusahaan. Berdasarkan sektor, industri kimia menunjukkan kepercayaan tertinggi dalam investasi SDM, dengan proyeksi kenaikan gaji
Pengehentian Insentif Kendaraan Listrik oleh Pemerintah Indonesia Berpotensi Hambat Perkembangan Industri
Indonesia Pertama Kali Menjatuhkan Sanksi terhadap Perusahaan Tambang yang Tidak Melapor Secara Berkala
Penyewa China mendorong pertumbuhan properti industri Indonesia
Kawasan Ekonomi Khusus Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah Indonesia
Perusahaan China Pimpin Program Magang Proyek Strategis Nasional Indonesia
Dalam peluncuran tahap kedua "Program Magang Proyek Strategis Nasional" yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, Perusahaan Internasional Teknik Kimia China beserta cabangnya di Indonesia berperan sebagai organisator inti. Program ini bertujuan untuk mengembangkan tenaga kerja industri bagi proyek-proyek strategis nasional Indonesia, dan memungkinkan perusahaan mengajukan kuota magang tidak melebihi 10% dari jumlah karyawan. Di bawah bimbingan Kedutaan Besar China di Indonesia dan Kamar Dagang, perusahaan ini aktif berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, memberikan saran profesional terkait penempatan posisi dan mekanisme pelatihan, serta berhasil menggerakkan hampir 200 perusahaan China (meliputi sektor energi, kimia, infrastruktur, dll.) untuk berpartisipasi, menyediakan pelatihan sistematis bagi hampir 10.000 pemuda Indonesia.
Proyek pembangunan nasional Indonesia dorong industri baja lokal
Industri baja Indonesia tahun ini mengalami pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan permintaan dari berbagai sektor, termasuk proyek pembangunan nasional dan kegiatan industri pendukung seperti nikel. Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa baja memiliki keterkaitan erat dengan industri lain, pemerintah tidak melarang impor bahan baku, tetapi memprioritaskan partisipasi industri lokal untuk memastikan manfaat kegiatan ekonomi dinikmati di dalam negeri. Ia menekankan bahwa selama ada nilai tambah, akan diberikan porsi lebih besar, tetapi porsi yang lebih besar harus diberikan kepada industri lokal, guna mempertahankan kegiatan industri utama di dalam negeri. Tahun ini, industri logam dasar (termasuk baja) tumbuh 14,47% secara tahunan, tertinggi di antara subsektor industri, dan
Pemerintah dan Pengusaha China-Indonesia Berkumpul di Taman Industri Wanxinda Menyongsong Janji 2045
Pada 9 Desember, di kawasan industri Jawa Tengah, Indonesia, Taman Industri Wanxinda di Kawasan Ekonomi Khusus Nasional Batang dipadati pengunjung. Acara industri bertema "2045 Berjalan Bersama Cahaya: Membangun Indonesia Emas" dimulai di sini. Sekitar pukul 10.00, upacara produksi massal kawasan industri resmi dimulai. Sambutan pembukaan dari Chen Riling, Ketua Wanxinda Holdings, menyimpan harapan kerja sama industri China-Indonesia; sambutan dari perwakilan perusahaan yang masuk kawasan, pejabat Kementerian Investasi Indonesia, dan tamu lainnya semakin memeriahkan suasana—peresmian Pusat Layanan Investasi Global FORMAS menambah bobot "menghubungkan masa depan" pada upacara produksi ini.
Forum Bisnis Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Digelar di Jakarta
Forum Bisnis Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia (Indonesia SEZ Business Forum 2025) baru-baru ini digelar di Jakarta dengan tema "Mendorong Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan", bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi penting melalui dialog lintas sektor antara pemerintah, pengembang kawasan, investor, dan mitra strategis. Forum ini menghadirkan sambutan utama dari Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, sambutan selamat datang dari Wakil Koordinator Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Perekonomian, serta paparan tentang gambaran umum KEK Indonesia oleh Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Acara
Menkeu RI Berencana ke China Bahas Utang Kereta Cepat
Menteri Keuangan sebelumnya bertemu dengan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) untuk membahas solusi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC), atau proyek Whoosh, dalam rangka upaya pemerintah merampungkan skema pendanaan proyek tersebut. Ia mengatakan pembicaraan mereka mencakup berbagai hal, termasuk masalah utang KCIC, dan meskipun diskusi berlangsung dalam suasana baik, bentuk pasti penyelesaian utang masih dalam tahap penjajakan. Diskusi antar tim teknis masih berlangsung, namun arah umum mulai jelas. Ia hampir pasti akan ikut serta ke China untuk membahas kelanjutan proyek, tetapi rencana keberangkatan
Presiden Prabowo Bertemu Ketua CPPCC China
Presiden Indonesia Prabowo bertemu dengan Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning yang berkunjung di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis sore. Wang Huning tiba di Istana Merdeka pukul 11:35 waktu setempat, didampingi delegasi dan dikawal oleh pasukan pengawal sepeda motor, serta disambut oleh penari tradisional saat tiba. Menteri Sekretaris Negara menyambutnya di depan istana dan mengantarnya untuk bertemu dengan Prabowo. Presiden menyambut Wang Huning di balkon depan istana, kemudian membawanya ke ruang penyerahan surat kepercayaan untuk berfoto bersama dan menandatangani buku tamu kenegaraan, yang menurut pemerintah mencerminkan "hubungan harmonis" kedua negara. Prabowo memperkenalkan kepada Wang Huning beberapa
Luhut Sebut Kontribusi China Besar, Berhak Dapat Perlakuan Khusus
Bandara Kawasan Industri Morowali (IMIP) menjadi perbincangan setelah Menteri Pertahanan menyebut "tanpa kehadiran institusi negara". Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut baru-baru ini mengungkapkan awal mula pembangunan bandara tersebut. Luhut mengakui bahwa Bandara IMIP dibangun pada masa dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (era Presiden Joko Widodo) melalui keputusan rapat yang dipimpinnya bersama instansi terkait, sebagai fasilitas untuk menarik investor, serupa dengan praktik di Vietnam dan Thailand. Bandara ini dibangun secara terintegrasi dengan Kawasan Industri IMIP (yang berisi proyek investasi China), awalnya untuk mengamankan investasi China yang mampu melakukan hilirisasi nikel.