PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), dan CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan fasilitas perkeretaapian di Indonesia.Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Fasilitas KAI, Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), dan Presiden CRRC Qingdao Sifang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Qingdao, Tiongkok. Wakil Menteri BUMN, Ketua Dewan Komisaris KAI, dan Ketua Dewan Komisaris CRRC Qingdao Sifang juga turut menyaksikan agenda ini. Pihak Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak di Tiongkok, khususnya CRRC Qingdao Sifang, atas dukungan dan kerja sama yang kuat dalam pengembangan industri perkeretaapian di Indonesia. Kerja sama yang dijalin dengan CRRC Qingdao Sifang mencakup berbagai aspek, mulai dari pengadaan KRL dan KCIC oleh KAI, kereta cepat, hingga perawatan dan pemeliharaan kereta. Tidak hanya itu, CRRC Qingdao Sifang juga berperan dalam mendukung transportasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui penyediaan Angkutan Rel Otomatis (ART). Hal ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara industri perkeretaapian Indonesia dengan CRRC Qingdao Sifang, sebuah perusahaan berskala global yang mampu memenuhi kebutuhan transportasi Indonesia yang semakin meningkat. Sementara itu, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI memperkirakan pengadaan fasilitas perkeretaapian akan meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang kereta api di Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2024, jumlah penumpang kereta api mencapai 11.379.796 orang, terdiri dari 9.778.231 penumpang kereta jarak jauh dan 1.600.965 penumpang kereta lokal. Angka ini meningkat 11% dibandingkan kuartal pertama tahun 2023 yang mencapai 10.252.247 orang. Perusahaan memastikan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan melalui berbagai inovasi. Namun, untuk mempercepat proses ini, diperlukan dukungan global. Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh CRRC Qingdao Sifang dengan pihak Indonesia merupakan awal yang baik untuk menciptakan peluang baru yang akan memberikan manfaat besar bagi semua pihak. Kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan transportasi umum yang andal, tetapi juga untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi umum, menghemat energi, mengurangi emisi, memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dan dalam jangka panjang dapat mengembangkan ekosistem perkeretaapian Indonesia.