Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia menyatakan bahwa investasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi, pemerintah menjadikan peningkatan arus investasi berkualitas sebagai prioritas, target Presiden Prabowo pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh konsumsi domestik (kontribusi 53-54%), investasi (sekitar 24-35%), belanja pemerintah (sekitar 8%-9%), serta ekspor dan impor (masing-masing sekitar 2%), dan semakin terbuka terhadap investasi asing, daftar negatif investasi asing berkurang drastis. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut menyatakan, meskipun menghadapi tantangan global, ekonomi Indonesia tahun lalu tetap tumbuh 5,2%, dan optimis ke depan pada tahun 2024 akan mencapai 6%, serta akan fokus pada reformasi dan peningkatan efisiensi untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Ekonomi Indonesia stabil, rasio utang terhadap PDB rendah, defisit anggaran 2,5%-3%, dan memiliki ruang pertumbuhan yang besar.