Pada awal tahun 2025, anggota Asosiasi Importir Minuman Beralkohol Indonesia menyatakan kesulitan dalam menjual produk karena izin impor minuman beralkohol belum sepenuhnya diterbitkan. Saat ini hanya 9 dari 17 anggota importir yang telah memperoleh izin, dan asosiasi tidak mengetahui alasan 8 lainnya belum mendapat izin. Sesuai aturan, pengajuan izin melalui sistem perdagangan hanya memerlukan waktu 5 hari kerja. Asosiasi telah mengirim surat pengaduan ke Kementerian Perdagangan tetapi belum mendapat tanggapan. Masalah izin ini dapat menyebabkan persaingan tidak sehat dan juga memungkinkan masuknya minuman beralkohol ilegal ke pasar. Selain itu, sejak tahun lalu, tren permintaan minuman beralkohol impor melambat, terkait dengan ketidakpastian ekonomi global dan domestik serta penurunan daya beli masyarakat. Meskipun demikian, jika jumlah kunjungan wisatawan asing stabil, pasar minuman beralkohol impor masih dapat bertahan, karena memiliki positioning yang berbeda dari minuman lokal dalam hal merek dan harga. Penjualan minuman beralkohol impor sangat bergantung pada wisatawan asing, dan saat ini ketidakpastian izin menimbulkan banyak hambatan bagi industri.
Pada awal tahun 2025, anggota Asosiasi Importir Minuman Beralkohol Indonesia menyatakan kesulitan dalam menjual produk karena izin impor minuman beralkohol belum sepenuhnya diterbitkan. Saat ini hanya 9 dari 17 anggota importir yang telah memperoleh izin, dan asosiasi tidak mengetahui alasan 8 lainnya belum mendapat izin. Sesuai aturan, pengajuan izin melalui sistem perdagangan hanya memerlukan waktu 5 hari kerja. Asosiasi telah mengirim surat pengaduan ke Kementerian Perdagangan tetapi belum mendapat tanggapan. Masalah izin ini dapat menyebabkan persaingan tidak sehat dan juga memungkinkan masuknya minuman beralkohol ilegal ke pasar. Selain itu, sejak tahun lalu, tren permintaan minuman beralkohol impor melambat, terkait dengan ketidakpastian ekonomi global dan domestik serta penurunan daya beli masyarakat. Meskipun demikian, jika jumlah kunjungan wisatawan asing stabil, pasar minuman beralkohol impor masih dapat bertahan, karena memiliki positioning yang berbeda dari minuman lokal dalam hal merek dan harga. Penjualan minuman beralkohol impor sangat bergantung pada wisatawan asing, dan saat ini ketidakpastian izin menimbulkan banyak hambatan bagi industri.