Presiden Indonesia Prabowo dan Presiden Prancis Macron mengadakan pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta, dihadiri oleh banyak anggota delegasi. Setelah pertemuan, kedua presiden menyaksikan penandatanganan, penyerahan, dan pengumuman 21 dokumen perjanjian, meliputi pernyataan bersama, kerja sama antar pemerintah, kerja sama antar lembaga, kerja sama perusahaan, dan kerja sama bank sentral. Kedua pihak pertama-tama mengesahkan 4 pernyataan bersama, mencakup pengembangan kemitraan strategis Indonesia-Prancis 2050, strategi bidang budaya, isu perdamaian Palestina, serta pernyataan bersama kedua presiden, mencerminkan keselarasan visi jangka panjang kedua negara serta kontribusi bersama bagi perdamaian dunia dan pengembangan budaya. Kerja sama antar pemerintah menandatangani 10 perjanjian, meliputi peningkatan kapasitas diplomasi, perlindungan informasi rahasia pertahanan, pertahanan strategis, pertanian, mineral dan logam kritis, kehutanan berkelanjutan, ekonomi kreatif, budaya, manajemen risiko bencana, dan transportasi, mendorong pengembangan kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara. Kerja sama antar lembaga hanya 1, yaitu Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia dengan beberapa lembaga berkuda ternama Prancis dalam pengembangan ekosistem olahraga berkuda, mendorong pertukaran dan kerja sama di bidang berkuda antara kedua negara. Juga dipamerkan 5 kemitraan strategis, termasuk kerja sama Badan Gizi Nasional dengan Danone dalam perbaikan gizi, serta kerja sama lembaga terkait Indonesia dengan perusahaan Prancis dalam mineral kritis, proyek tenaga surya dan baterai, perluasan fasilitas produksi ragi, proyek hidrogen hijau di Indonesia Timur, yang meliputi bidang ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan rakyat. Bank Indonesia dan Bank Sentral Prancis menjalin kerja sama, semakin memperkuat hubungan kedua negara di bidang keuangan, memberikan dukungan kuat bagi kerja sama ekonomi bilateral.
Presiden Indonesia Prabowo dan Presiden Prancis Macron mengadakan pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta, dihadiri oleh banyak anggota delegasi. Setelah pertemuan, kedua presiden menyaksikan penandatanganan, penyerahan, dan pengumuman 21 dokumen perjanjian, meliputi pernyataan bersama, kerja sama antar pemerintah, kerja sama antar lembaga, kerja sama perusahaan, dan kerja sama bank sentral. Kedua pihak pertama-tama mengesahkan 4 pernyataan bersama, mencakup pengembangan kemitraan strategis Indonesia-Prancis 2050, strategi bidang budaya, isu perdamaian Palestina, serta pernyataan bersama kedua presiden, mencerminkan keselarasan visi jangka panjang kedua negara serta kontribusi bersama bagi perdamaian dunia dan pengembangan budaya. Kerja sama antar pemerintah menandatangani 10 perjanjian, meliputi peningkatan kapasitas diplomasi, perlindungan informasi rahasia pertahanan, pertahanan strategis, pertanian, mineral dan logam kritis, kehutanan berkelanjutan, ekonomi kreatif, budaya, manajemen risiko bencana, dan transportasi, mendorong pengembangan kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara. Kerja sama antar lembaga hanya 1, yaitu Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia dengan beberapa lembaga berkuda ternama Prancis dalam pengembangan ekosistem olahraga berkuda, mendorong pertukaran dan kerja sama di bidang berkuda antara kedua negara. Juga dipamerkan 5 kemitraan strategis, termasuk kerja sama Badan Gizi Nasional dengan Danone dalam perbaikan gizi, serta kerja sama lembaga terkait Indonesia dengan perusahaan Prancis dalam mineral kritis, proyek tenaga surya dan baterai, perluasan fasilitas produksi ragi, proyek hidrogen hijau di Indonesia Timur, yang meliputi bidang ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan rakyat. Bank Indonesia dan Bank Sentral Prancis menjalin kerja sama, semakin memperkuat hubungan kedua negara di bidang keuangan, memberikan dukungan kuat bagi kerja sama ekonomi bilateral.