Proyek EPC pembangkit listrik turbin gas 4×18 megawatt yang mendukung nikel hidroksida kobalt di Kawasan Industri Pomalaa milik Huayou Cobalt Indonesia (PT. KOLAKA NICKEL INDONESIA), yang dikerjakan oleh PowerChina, baru-baru ini secara resmi memulai konstruksi. Proyek ini merupakan proyek pembangkit listrik turbin gas pendukung nikel hidroksida kobalt pertama PowerChina di Indonesia. Tim proyek telah melakukan persiapan yang matang, personel konstruksi di lapangan, mesin, generator, peralatan kerja, dan alat ukur telah lolos verifikasi ketat dari pengawas dan pemilik proyek, sehingga disetujui untuk memulai konstruksi. Tim proyek telah merencanakan secara proaktif, mengorganisir dengan cermat, dan secara efisien mendorong berbagai persiapan, meletakkan dasar bagi pelaksanaan proyek. Proyek berlokasi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mitra kerja sama meliputi Huayou Cobalt, PT Vale Indonesia, dan Ford Motor Company. Proyek ini merupakan proyek peleburan dengan proses high-pressure acid leaching (HPAL), sumber daya mineral berasal dari bijih nikel laterit milik PT Vale Indonesia. Rencana produksi tahunan sebesar 120.000 ton (kandungan nikel logam) produk nikel hidroksida kobalt, yang dapat digunakan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik, mendukung ekonomi baru energi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.