Wakil Direktur Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah memperkirakan penjualan mobil Indonesia pada tahun 2025 hanya mencapai 832.000 unit, lebih rendah dari target 900.000 unit yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Data ini didasarkan pada tren historis penjualan kendaraan roda empat atau lebih secara nasional dalam lima bulan pertama selama dua tahun terakhir, serta mempertimbangkan faktor musiman industri. Meskipun pasar mobil secara keseluruhan lesu, kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan. Diperkirakan penjualan mobil listrik murni BEV pada tahun 2025 melonjak dari 43.000 unit pada tahun 2024 menjadi 126.000 unit, mobil hybrid HEV naik dari 57.000 unit menjadi 71.000 unit, sementara penjualan mobil bermesin bakar tradisional terus menurun, dari 766.000 unit pada tahun 2024 menjadi 634.000 unit, dengan penurunan tahunan rata-rata sekitar 11% selama periode 2022-2025. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) untuk BEV dan HEV masing-masing sebesar 87% dan 93%. Data tersebut mencerminkan meningkatnya penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik, serta tren penurunan pangsa pasar mobil bahan bakar fosil. Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik tertentu guna mendorong permintaan kendaraan listrik. Ketua Umum Gaikindo masih optimis terhadap target 900.000 unit, namun mengakui perlambatan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan PDB tahun 2025 sebesar 4,87%, lebih rendah dari tingkat 5,1%-5,2% tahun sebelumnya) menjadi tantangan utama. 60% penjualan mobil bergantung pada kredit sewa, stabilitas suku bunga sangat penting; ia mendesak kebijakan fiskal untuk tidak membebani konsumen dan mencermati reaksi pasar setelah penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN 12%) pada tahun 2025; serta berharap pameran seperti Indonesia International Auto Show dan Jakarta Auto Week dapat mendongkrak penjualan. Meskipun pasar mobil secara keseluruhan lesu, kendaraan listrik (BEV/HEV) menjadi titik terang pertumbuhan, sementara pangsa pasar mobil bahan bakar fosil terus tertekan.