Presiden Prabowo kemarin menghadiri upacara peletakan batu pertama proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi yang dibangun oleh konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan menyampaikan pidato. Beliau menekankan bahwa pengembangan industri energi baru merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, dan dengan bangga mengumumkan dimulainya proyek ini secara resmi. Proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan tambang milik negara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan China CATL, Brunp, dan Lygend (CBL). Cakupan proyek meliputi seluruh rantai nilai, terdiri dari 6 sub-proyek, 5 di antaranya berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan 1 di Karawang. Proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi 5,9 miliar dolar AS dan luas lahan 3.023 hektar. Diperkirakan akan menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja dan mendukung pembangunan 18 proyek infrastruktur, termasuk pelabuhan serbaguna. Proyek ini menggunakan campuran energi ramah lingkungan, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara 2×150 MW, pembangkit listrik tenaga gas 80 MW, sistem pemulihan panas limbah 30 MW, dan pembangkit listrik tenaga surya 172 MW, di mana fasilitas Karawang akan memasang pembangkit listrik tenaga surya 24 MW. Kapasitas awal pabrik Karawang fase pertama adalah 6,9 GWh, diperluas menjadi 15 GWh pada fase kedua, dan diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Proyek Halmahera Timur dikembangkan oleh PT Feni Haltim (PT FHT) yang didirikan oleh ANTAM dan Hong Kong CBL Limited (HK CBL) untuk mengembangkan kawasan industri energi baru. Pabrik peleburan pirometalurgi nikel di proyek ini akan memproduksi 88.000 ton paduan nikel olahan per tahun pada tahun 2027, sedangkan pabrik peleburan hidrometalurgi akan memproduksi 55.000 ton campuran endapan hidroksida per tahun pada tahun 2028. Pabrik bahan katoda nikel-kobalt-mangan akan memiliki kapasitas produksi tahunan 30.000 ton pada tahun 2028, sementara fasilitas daur ulang baterai akan memproduksi 20.000 ton logam sulfat dan litium karbonat per tahun pada tahun 2031.
Presiden Prabowo kemarin menghadiri upacara peletakan batu pertama proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi yang dibangun oleh konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan menyampaikan pidato. Beliau menekankan bahwa pengembangan industri energi baru merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, dan dengan bangga mengumumkan dimulainya proyek ini secara resmi. Proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan tambang milik negara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan China CATL, Brunp, dan Lygend (CBL). Cakupan proyek meliputi seluruh rantai nilai, terdiri dari 6 sub-proyek, 5 di antaranya berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan 1 di Karawang. Proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi 5,9 miliar dolar AS dan luas lahan 3.023 hektar. Diperkirakan akan menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja dan mendukung pembangunan 18 proyek infrastruktur, termasuk pelabuhan serbaguna. Proyek ini menggunakan campuran energi ramah lingkungan, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara 2×150 MW, pembangkit listrik tenaga gas 80 MW, sistem pemulihan panas limbah 30 MW, dan pembangkit listrik tenaga surya 172 MW, di mana fasilitas Karawang akan memasang pembangkit listrik tenaga surya 24 MW. Kapasitas awal pabrik Karawang fase pertama adalah 6,9 GWh, diperluas menjadi 15 GWh pada fase kedua, dan diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Proyek Halmahera Timur dikembangkan oleh PT Feni Haltim (PT FHT) yang didirikan oleh ANTAM dan Hong Kong CBL Limited (HK CBL) untuk mengembangkan kawasan industri energi baru. Pabrik peleburan pirometalurgi nikel di proyek ini akan memproduksi 88.000 ton paduan nikel olahan per tahun pada tahun 2027, sedangkan pabrik peleburan hidrometalurgi akan memproduksi 55.000 ton campuran endapan hidroksida per tahun pada tahun 2028. Pabrik bahan katoda nikel-kobalt-mangan akan memiliki kapasitas produksi tahunan 30.000 ton pada tahun 2028, sementara fasilitas daur ulang baterai akan memproduksi 20.000 ton logam sulfat dan litium karbonat per tahun pada tahun 2031.