Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, baru-baru ini hadir dalam forum kegiatan perusahaan Tiongkok go global dan menyatakan bahwa investasi Tiongkok di berbagai sektor di Indonesia meningkat berlipat ganda setiap tahun, dengan nilai investasi mencapai US$8,1 miliar pada tahun 2024, sementara pada tahun 2014 hanya sekitar US$800 juta.Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, dengan total perdagangan bilateral sebesar US$147,8 miliar pada tahun 2024, naik 6,1% year-on-year, di mana ekspor Tiongkok ke Indonesia mencapai US$76,7 miliar (naik 17,6%) dan impor dari Indonesia sebesar US$71,1 miliar (turun 4%). Tiongkok merupakan sumber investasi asing terbesar kedua bagi Indonesia, dan Indonesia merupakan tujuan investasi terbesar kedua bagi Tiongkok di ASEAN. Ia mendorong lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk datang ke Indonesia, tidak hanya untuk berinvestasi, tetapi juga untuk tumbuh bersama, saling belajar, dan bersama-sama menciptakan solusi. Bidang kerja sama terutama difokuskan pada energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, konektivitas, teknologi pertanian, industri kesehatan, ekonomi digital, dan pelatihan vokasi. Ia juga berpendapat bahwa globalisasi tetap penting, tidak boleh menjadi kekuatan yang homogen, tetapi harus menjadi jembatan yang menghormati keragaman dan mendorong kerja sama yang inklusif. Perusahaan yang "go global" perlu berlandaskan pada realitas lokal, dan kesuksesan yang benar-benar abadi berasal dari kemampuan memahami dinamika lokal, mendengarkan, beradaptasi, dan menciptakan nilai bersama dengan komunitas setempat.