PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) baru-baru ini meresmikan pabrik karbamat di Kawasan Industri Modern Cilegon, Banten. Pabrik seluas 4,5 hektar ini merupakan pabrik ketiga dari DGW Group, setelah pabrik pupuk NPK di Gresik dan pabrik formulasi agrokimia serta penutup plastik di lokasi yang sama. Pembangunan dimulai pada tahun 2023 dengan investasi sebesar US$20 juta. Kapasitas produksi awal adalah 2.000 metrik ton bahan aktif per tahun, yang setelah diolah menjadi pestisida setara dengan sekitar 5.000 metrik ton per tahun. Rencananya, dalam tiga tahun kapasitas akan ditingkatkan menjadi 15.000 metrik ton per tahun. Fasilitas lengkap meliputi area produksi, laboratorium, fasilitas pengisian dan pengemasan, gudang, fasilitas pengolahan limbah, serta fasilitas olahraga dan klinik. CEO menyatakan bahwa peresmian ini merupakan tonggak sejarah bagi DGWG, kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan kemandirian industri agrokimia, yang bertujuan memenuhi permintaan pasar domestik dan membuka potensi ekspor. Direktur menyatakan bahwa dimulainya lini bisnis ini merupakan realisasi dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada 23 Juni 2025, setelah sebelumnya perusahaan memasukkan industri bahan aktif agrokimia ke dalam anggaran dasar perusahaan. Nilai pasar pestisida domestik mencapai Rp16,4 triliun dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 10%, diperkirakan akan mencapai Rp25,4 triliun pada tahun 2028. Hal ini menjadi dasar strategis bagi DGWG untuk memperluas bisnis hulu agrokimia. Perusahaan berencana bertransformasi dari distributor input pertanian menjadi produsen bahan aktif pestisida domestik, berkomitmen menjadi mitra strategis petani Indonesia, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok agrokimia global.
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) baru-baru ini meresmikan pabrik karbamat di Kawasan Industri Modern Cilegon, Banten. Pabrik seluas 4,5 hektar ini merupakan pabrik ketiga dari DGW Group, setelah pabrik pupuk NPK di Gresik dan pabrik formulasi agrokimia serta penutup plastik di lokasi yang sama. Pembangunan dimulai pada tahun 2023 dengan investasi sebesar US$20 juta. Kapasitas produksi awal adalah 2.000 metrik ton bahan aktif per tahun, yang setelah diolah menjadi pestisida setara dengan sekitar 5.000 metrik ton per tahun. Rencananya, dalam tiga tahun kapasitas akan ditingkatkan menjadi 15.000 metrik ton per tahun. Fasilitas lengkap meliputi area produksi, laboratorium, fasilitas pengisian dan pengemasan, gudang, fasilitas pengolahan limbah, serta fasilitas olahraga dan klinik. CEO menyatakan bahwa peresmian ini merupakan tonggak sejarah bagi DGWG, kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan kemandirian industri agrokimia, yang bertujuan memenuhi permintaan pasar domestik dan membuka potensi ekspor. Direktur menyatakan bahwa dimulainya lini bisnis ini merupakan realisasi dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada 23 Juni 2025, setelah sebelumnya perusahaan memasukkan industri bahan aktif agrokimia ke dalam anggaran dasar perusahaan. Nilai pasar pestisida domestik mencapai Rp16,4 triliun dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 10%, diperkirakan akan mencapai Rp25,4 triliun pada tahun 2028. Hal ini menjadi dasar strategis bagi DGWG untuk memperluas bisnis hulu agrokimia. Perusahaan berencana bertransformasi dari distributor input pertanian menjadi produsen bahan aktif pestisida domestik, berkomitmen menjadi mitra strategis petani Indonesia, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok agrokimia global.