Menurut Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Indonesia saat ini menguasai 63% dari total produksi nikel global. Sejak tahun 2022, pangsa produksi nikel Indonesia di dunia telah mencapai 50% dan terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2022, Indonesia menyumbang 50% dari kelebihan pasokan nikel global; pada tahun 2023 sebesar 31%; pada tahun 2024 sebesar 16%. Pada tahun 2023-2024, total kelebihan produksi nikel global sekitar 500.000 ton, terutama berasal dari Indonesia, yang menyebabkan harga nikel global anjlok. Biaya industri nikel Indonesia relatif rendah, penambangan bijih nikel masih dilakukan dengan metode tambang terbuka, tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk penambangan bawah tanah yang rumit. Sebaliknya, beberapa tambang nikel di Rusia, Kanada, Brasil, dan negara lainnya merupakan tambang bawah tanah dengan biaya lebih tinggi dan proses lebih rumit.
社会动态
Produksi Nikel Indonesia Capai 63% dari Total Global, Kelebihan Pasokan Menyebabkan Harga Nikel Anjlok
Menurut Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Indonesia saat ini menguasai 63% dari total produksi nikel global. Sejak tahun 2022, pangsa produksi nikel Indonesia di dunia telah mencapai 50% dan terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2022, Indonesia menyumbang 50% dari kelebihan pasokan nikel global; pada tahun 2023 sebesar 31%; pada tahun 2024 sebesar 16%. Pada tahun 2023-2024, total kelebihan produksi nikel global sekitar 500.000 ton, terutama berasal dari Indonesia, yang menyebabkan harga nikel global anjlok. Biaya industri nikel Indonesia relatif rendah, penambangan bijih nikel masih dilakukan dengan metode tambang terbuka, tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk penambangan bawah tanah yang rumit. Sebaliknya, beberapa tambang nikel di Rusia, Kanada, Brasil, dan negara lainnya merupakan tambang bawah tanah dengan biaya lebih tinggi dan proses lebih rumit.