Kementerian Perindustrian akan menyelenggarakan Business Matching dan Pameran Produk Khas Indonesia 2025 pada tanggal 5-8 Agustus 2025, dengan partisipasi 51 perusahaan yang menampilkan produk khas seperti kopi, teh, kakao, susu, buah-buahan, serta minuman beralkohol dan tembakau.Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama antara perusahaan produk khas Indonesia dengan mitra internasional, meningkatkan pengaruh merek global, dan membuka pasar alternatif yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Wakil Menteri Perindustrian menyatakan bahwa pada triwulan pertama 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15% dari PDB industri non-migas Indonesia, dan 7,2% dari PDB nasional. Pada Januari-April 2025, nilai ekspor mencapai 14,66 miliar dolar AS (sekitar 239,95 triliun rupiah), sedangkan impor sebesar 4,23 miliar dolar AS (sekitar 68,94 triliun rupiah), sehingga neraca perdagangan surplus 10,43 miliar dolar AS (sekitar 170 triliun rupiah). Pada tahun 2024, jumlah tenaga kerja di sektor ini mencapai 6,27 juta orang, meningkat dibandingkan tahun 2023 (5,74 juta) dan 2022 (5,72 juta). Realisasi investasi pada triwulan pertama 2025 mencapai 22,64 triliun rupiah, dengan investasi asing sebesar 9,03 triliun rupiah dan investasi dalam negeri sebesar 13,6 triliun rupiah.