Pemerintah Indonesia menyatakan investor China telah mengantre untuk berinvestasi di Kawasan Industri Halal (KIH) Sidoarjo, Jawa Timur, terutama di bidang gelatin halal, farmasi, dan kosmetik. Sebagai contoh, investor China AminBio fokus pada produksi gelatin halal, sementara Zhong Tou Investment fokus pada farmasi dan kosmetik halal. Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Halal ini masih memerlukan persetujuan Presiden Prabowo. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengajukan rancangan Peraturan Pemerintah terkait dan berharap proses persetujuan segera selesai.
Kawasan Industri Halal Sidoarjo merupakan salah satu dari empat Kawasan Industri Halal di Indonesia, tiga lainnya berlokasi di Bintan, Kepulauan Riau; Cikande, Banten; dan Jababeka, kawasan Jakarta-Bekasi, Jawa Barat.
Luas kawasan Sidoarjo adalah 796,65 hektar, di mana 59,49% (473,96 hektar) telah memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan. Komitmen investasi di Kawasan Industri Halal Sidoarjo mencapai Rp97,8 triliun, saat ini telah terealisasi sekitar Rp451 miliar; diperkirakan akan menciptakan 317.670 lapangan kerja dalam 30 tahun, dan saat ini telah menyerap sekitar 800 tenaga kerja. Indonesia berharap dapat memanfaatkan kawasan ini untuk memproduksi produk versi halal, dengan pasar target termasuk negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab; diperkirakan akan memberikan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp844 miliar per tahun untuk Kabupaten Sidoarjo, dan Rp8,5 triliun untuk Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah Indonesia menyatakan investor China telah mengantre untuk berinvestasi di Kawasan Industri Halal (KIH) Sidoarjo, Jawa Timur, terutama di bidang gelatin halal, farmasi, dan kosmetik. Sebagai contoh, investor China AminBio fokus pada produksi gelatin halal, sementara Zhong Tou Investment fokus pada farmasi dan kosmetik halal. Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Halal ini masih memerlukan persetujuan Presiden Prabowo. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengajukan rancangan Peraturan Pemerintah terkait dan berharap proses persetujuan segera selesai.
Kawasan Industri Halal Sidoarjo merupakan salah satu dari empat Kawasan Industri Halal di Indonesia, tiga lainnya berlokasi di Bintan, Kepulauan Riau; Cikande, Banten; dan Jababeka, kawasan Jakarta-Bekasi, Jawa Barat.
Luas kawasan Sidoarjo adalah 796,65 hektar, di mana 59,49% (473,96 hektar) telah memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan. Komitmen investasi di Kawasan Industri Halal Sidoarjo mencapai Rp97,8 triliun, saat ini telah terealisasi sekitar Rp451 miliar; diperkirakan akan menciptakan 317.670 lapangan kerja dalam 30 tahun, dan saat ini telah menyerap sekitar 800 tenaga kerja. Indonesia berharap dapat memanfaatkan kawasan ini untuk memproduksi produk versi halal, dengan pasar target termasuk negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab; diperkirakan akan memberikan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp844 miliar per tahun untuk Kabupaten Sidoarjo, dan Rp8,5 triliun untuk Provinsi Jawa Timur.