Tahun 2025 merupakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik China-Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, baru-baru ini menyatakan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China terus membaik dengan prospek yang luas. Indonesia menyambut baik investasi berkualitas tinggi dari perusahaan China di bidang pertambangan, pertanian-perikanan, perdagangan digital, logistik cerdas, dan lain-lain. Ia menegaskan bahwa Indonesia berharap mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, dan China adalah mitra yang sangat penting.
Dalam wawancara, ia mengutip pepatah China "tong zhou gong ji" (bersama dalam satu perahu) untuk menggambarkan hubungan China-Indonesia, "Kita bersama dalam satu perahu, sungai kita terus berubah, jika kita mendayung dengan ritme yang sama, kita akan mencapai pantai abadi." Statistik menunjukkan bahwa China adalah mitra dagang terbesar Indonesia, pada tahun 2024, volume perdagangan bilateral mencapai 147,8 miliar dolar AS, meningkat 6,1% tahun-ke-tahun.
China adalah sumber investasi asing terbesar kedua di Indonesia, dan Indonesia adalah tujuan investasi terbesar kedua China di ASEAN. "Hubungan kerja sama kita telah mencapai banyak prestasi, dan ke depan tidak hanya dinilai dari volume perdagangan dan investasi, tetapi juga dari kualitas," ujar Djauhari Oratmangun. Indonesia dan China harus bersama-sama mendorong pembangunan berkelanjutan, sehingga pabrik, lahan pertanian, pelabuhan, dan perusahaan rintisan di kedua negara dapat memperoleh manfaat.
Di bidang pertukaran antarmasyarakat, Djauhari Oratmangun menyarankan agar Indonesia dan China lebih banyak melakukan pelatihan vokasi, penelitian bersama, dan pertukaran pemuda untuk meningkatkan saling pengertian.
Tahun 2025 merupakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik China-Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, baru-baru ini menyatakan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China terus membaik dengan prospek yang luas. Indonesia menyambut baik investasi berkualitas tinggi dari perusahaan China di bidang pertambangan, pertanian-perikanan, perdagangan digital, logistik cerdas, dan lain-lain. Ia menegaskan bahwa Indonesia berharap mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, dan China adalah mitra yang sangat penting.
Dalam wawancara, ia mengutip pepatah China "tong zhou gong ji" (bersama dalam satu perahu) untuk menggambarkan hubungan China-Indonesia, "Kita bersama dalam satu perahu, sungai kita terus berubah, jika kita mendayung dengan ritme yang sama, kita akan mencapai pantai abadi." Statistik menunjukkan bahwa China adalah mitra dagang terbesar Indonesia, pada tahun 2024, volume perdagangan bilateral mencapai 147,8 miliar dolar AS, meningkat 6,1% tahun-ke-tahun.
China adalah sumber investasi asing terbesar kedua di Indonesia, dan Indonesia adalah tujuan investasi terbesar kedua China di ASEAN. "Hubungan kerja sama kita telah mencapai banyak prestasi, dan ke depan tidak hanya dinilai dari volume perdagangan dan investasi, tetapi juga dari kualitas," ujar Djauhari Oratmangun. Indonesia dan China harus bersama-sama mendorong pembangunan berkelanjutan, sehingga pabrik, lahan pertanian, pelabuhan, dan perusahaan rintisan di kedua negara dapat memperoleh manfaat.
Di bidang pertukaran antarmasyarakat, Djauhari Oratmangun menyarankan agar Indonesia dan China lebih banyak melakukan pelatihan vokasi, penelitian bersama, dan pertukaran pemuda untuk meningkatkan saling pengertian.