Produsen alat berat Tiongkok, XCMG, mengumumkan dalam pameran pertambangan Indonesia akan memperkuat pasokan peralatan ramah lingkungan di pasar Indonesia dan berencana mendirikan pabrik perakitan lokal. Perusahaan berencana menambah lini produk alat berat listrik, dengan fokus mempromosikan 20 peralatan listrik yang sudah ada (termasuk ekskavator, loader, dll.), dengan target meningkatkan pangsa produk listrik menjadi 30% pada tahun 2026.
Perusahaan juga berencana mendirikan pabrik perakitan di Balikpapan (Kalimantan Timur), Morowali (Sulawesi Tengah), dan Halmahera (Maluku Utara), dengan investasi diperkirakan dimulai pada tahun 2026. Merek ini dalam dua tahun terakhir telah menjual ribuan unit peralatan listrik di Indonesia, dengan permintaan ekskavator listrik dan loader listrik menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pemerintah Indonesia mendorong transisi elektrifikasi peralatan pertambangan, langkah XCMG ini merespons kebijakan pengurangan emisi Indonesia sekaligus merebut peluang pasar baru.
Produsen alat berat Tiongkok, XCMG, mengumumkan dalam pameran pertambangan Indonesia akan memperkuat pasokan peralatan ramah lingkungan di pasar Indonesia dan berencana mendirikan pabrik perakitan lokal. Perusahaan berencana menambah lini produk alat berat listrik, dengan fokus mempromosikan 20 peralatan listrik yang sudah ada (termasuk ekskavator, loader, dll.), dengan target meningkatkan pangsa produk listrik menjadi 30% pada tahun 2026.
Perusahaan juga berencana mendirikan pabrik perakitan di Balikpapan (Kalimantan Timur), Morowali (Sulawesi Tengah), dan Halmahera (Maluku Utara), dengan investasi diperkirakan dimulai pada tahun 2026. Merek ini dalam dua tahun terakhir telah menjual ribuan unit peralatan listrik di Indonesia, dengan permintaan ekskavator listrik dan loader listrik menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pemerintah Indonesia mendorong transisi elektrifikasi peralatan pertambangan, langkah XCMG ini merespons kebijakan pengurangan emisi Indonesia sekaligus merebut peluang pasar baru.