Presiden Prabowo baru-baru ini mengunjungi Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk meninjau secara langsung aset pabrik peleburan timah senilai triliunan rupiah yang sebelumnya disita oleh kejaksaan. Prabowo mendengarkan laporan dari Menteri BUMN dan pejabat terkait mengenai operasional pabrik dan penyitaan aset. Pabrik ini adalah salah satu pabrik peleburan timah terbesar di Indonesia, dan asetnya disita karena terlibat dalam sengketa hukum dan kepemilikan yang kompleks. Prabowo menekankan pentingnya menyelesaikan sengketa secepatnya, mendorong pabrik untuk beroperasi kembali, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan ekonomi daerah. Menteri BUMN yang mendampingi menyatakan bahwa pemerintah berencana memulai kembali pabrik, dan upaya terkait sedang berlangsung, termasuk menyelesaikan masalah hukum, mengevaluasi kondisi aset, dan lain-lain. Selama kunjungan, Prabowo juga berdialog dengan perwakilan komunitas lokal, berjanji bahwa pemerintah akan memastikan proyek bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pembangunan regional. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Prabowo mendorong pemulihan ekonomi dan menyelesaikan masalah warisan sejarah. Sebelumnya ia kerap menekankan perlunya mempercepat realisasi proyek-proyek kunci untuk mendorong investasi dan lapangan kerja. Pemerintah berharap dengan menyelesaikan masalah pabrik peleburan, dapat menstabilkan rantai industri timah dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar timah global. Hal ini juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pengelolaan dan pemanfaatan aset negara secara efektif, dengan mendorong pemanfaatan aset yang disengketakan secara rasional untuk memberikan dorongan baru bagi pembangunan ekonomi.