Baru-baru ini, dalam acara Pameran Bergulir dan Forum Bisnis di Pavilion Indonesia di Expo Osaka, produsen alat berat asal China, Liugong, melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia, menandatangani nota kesepahaman dengan kawasan industri Artha Industrial Hill, berencana berinvestasi US$317 juta untuk membangun pabrik manufaktur alat berat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pabrik ini akan menjadi salah satu pabrik alat berat tercanggih di Indonesia, dengan target kapasitas produksi tahunan 5.000 unit, produk mencakup excavator listrik, wheel loader, dan peralatan rendah emisi, terutama untuk pasar domestik Indonesia dan diekspor ke Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Utara. Proyek ini berlokasi di kawasan industri Artha Industrial Hill, yang berfokus pada model "pengolahan mendalam+" dan telah menarik perusahaan baterai seperti CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited) untuk masuk.
Liugong akan memproduksi alat berat listrik pertama di Indonesia, mendorong upaya pemerintah dalam strategi pengolahan sumber daya yang lebih dalam. Pabrik akan dilengkapi dengan robot, kendaraan pemandu otomatis (AGV), sistem eksekusi manufaktur digital, dan pusat penelitian dan pengembangan kendaraan listrik, mencerminkan integrasi teknologi Industri 4.0. Liugong berkomitmen mencapai sertifikasi kandungan lokal dalam lima tahun dengan bekerja sama dengan pemasok lokal untuk memperkuat rantai pasok, serta melatih 500 tenaga teknis setiap tahun, berkolaborasi dengan universitas di Indonesia dalam penelitian dan pengembangan teknologi baterai.
Artha Industrial Hill melalui program "1ADAPT" menyediakan layanan kemudahan seperti persetujuan, riset pasar, dan pemerintah daerah juga turut mendukung. Proyek ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi alat berat global, mendukung visi "Indonesia Emas" 2045, dan diperkirakan menghasilkan devisa lebih dari US$40 juta per tahun.
Baru-baru ini, dalam acara Pameran Bergulir dan Forum Bisnis di Pavilion Indonesia di Expo Osaka, produsen alat berat asal China, Liugong, melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia, menandatangani nota kesepahaman dengan kawasan industri Artha Industrial Hill, berencana berinvestasi US$317 juta untuk membangun pabrik manufaktur alat berat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pabrik ini akan menjadi salah satu pabrik alat berat tercanggih di Indonesia, dengan target kapasitas produksi tahunan 5.000 unit, produk mencakup excavator listrik, wheel loader, dan peralatan rendah emisi, terutama untuk pasar domestik Indonesia dan diekspor ke Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Utara. Proyek ini berlokasi di kawasan industri Artha Industrial Hill, yang berfokus pada model "pengolahan mendalam+" dan telah menarik perusahaan baterai seperti CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited) untuk masuk.
Liugong akan memproduksi alat berat listrik pertama di Indonesia, mendorong upaya pemerintah dalam strategi pengolahan sumber daya yang lebih dalam. Pabrik akan dilengkapi dengan robot, kendaraan pemandu otomatis (AGV), sistem eksekusi manufaktur digital, dan pusat penelitian dan pengembangan kendaraan listrik, mencerminkan integrasi teknologi Industri 4.0. Liugong berkomitmen mencapai sertifikasi kandungan lokal dalam lima tahun dengan bekerja sama dengan pemasok lokal untuk memperkuat rantai pasok, serta melatih 500 tenaga teknis setiap tahun, berkolaborasi dengan universitas di Indonesia dalam penelitian dan pengembangan teknologi baterai.
Artha Industrial Hill melalui program "1ADAPT" menyediakan layanan kemudahan seperti persetujuan, riset pasar, dan pemerintah daerah juga turut mendukung. Proyek ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi alat berat global, mendukung visi "Indonesia Emas" 2045, dan diperkirakan menghasilkan devisa lebih dari US$40 juta per tahun.