Menteri Koordinator Perekonomian baru-baru ini mengumumkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di 80 ribu desa, dengan total kapasitas terpasang yang direncanakan mencapai 80 GW. Proyek ini akan dilaksanakan melalui Koperasi Merah Putih Desa, bertujuan untuk mempercepat kemandirian energi Indonesia. Tahap awal akan dilakukan uji coba pembangunan pembangkit listrik 1 MW di lahan seluas 1 hektar, dan setelah diterapkan secara luas, diperkirakan produksi listrik tahunan setara dengan total subsidi energi selama 4 tahun.
Menteri Energi mengungkapkan target akhir sebesar 100 GW, dengan total investasi proyek diperkirakan mencapai 100 miliar dolar AS, dan setelah tahun ke-5 hingga ke-6 pembangunan, subsidi energi dapat dihapuskan secara bertahap. Rencana ini juga akan dikoordinasikan melalui mekanisme TPAKD dengan melibatkan 16 gubernur dan 232 walikota/bupati di seluruh Indonesia.
Langkah ini menandai langkah penting Indonesia menuju transisi energi terbarukan sekaligus meringankan tekanan biaya listrik yang tinggi di wilayah timur.
Menteri Koordinator Perekonomian baru-baru ini mengumumkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di 80 ribu desa, dengan total kapasitas terpasang yang direncanakan mencapai 80 GW. Proyek ini akan dilaksanakan melalui Koperasi Merah Putih Desa, bertujuan untuk mempercepat kemandirian energi Indonesia. Tahap awal akan dilakukan uji coba pembangunan pembangkit listrik 1 MW di lahan seluas 1 hektar, dan setelah diterapkan secara luas, diperkirakan produksi listrik tahunan setara dengan total subsidi energi selama 4 tahun.
Menteri Energi mengungkapkan target akhir sebesar 100 GW, dengan total investasi proyek diperkirakan mencapai 100 miliar dolar AS, dan setelah tahun ke-5 hingga ke-6 pembangunan, subsidi energi dapat dihapuskan secara bertahap. Rencana ini juga akan dikoordinasikan melalui mekanisme TPAKD dengan melibatkan 16 gubernur dan 232 walikota/bupati di seluruh Indonesia.
Langkah ini menandai langkah penting Indonesia menuju transisi energi terbarukan sekaligus meringankan tekanan biaya listrik yang tinggi di wilayah timur.