Menteri Transmigrasi Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa pengalaman relokasi Bendungan Tiga Ngarai di Yichang, Provinsi Hubei, China (berhasil memindahkan 1,3 juta orang) menjadi referensi berharga bagi Indonesia. Melalui pembangunan selama 32 tahun, Yichang telah bertransformasi menjadi kawasan transmigrasi maju dengan sektor pertanian, industri rumah tangga, dan pariwisata yang berkembang pesat, dengan kesejahteraan transmigran meningkat 8 kali lipat dibandingkan sebelum relokasi. Pemerintah China menyediakan pelatihan vokasi berkelanjutan untuk membantu transmigran beradaptasi dengan industri baru (seperti budidaya jeruk, pengolahan teh). Produk industri rumah tangga telah mencapai skala ekspor, sambil memastikan transmigran tidak terlalu jauh dari tempat asal mereka, sehingga jaringan sosial tetap terjaga. Indonesia berencana mengembangkan secara prioritas desa transmigrasi di Papua dan kawasan timur, serta membangun model kerja sama tripartit antara investor asing, BUMN, dan masyarakat lokal. Pada saat yang sama, akan dihindari relokasi paksa, dengan menekankan "manfaat pembangunan dinikmati rakyat". Menteri menekankan bahwa keberhasilan transmigrasi harus didasarkan pada industri unggulan lokal dan konektivitas regional. Indonesia akan menyesuaikan model China dengan kondisi dalam negeri. Rencana ini saat ini masih dalam tahap studi, dan kerangka kerja sama konkret masih dalam penyusunan.