Pasar otomotif Indonesia baru-baru ini mengalami perubahan signifikan: terdorong oleh serangan kuat merek mobil China, sejumlah dealer yang sebelumnya menjual Honda dan Mitsubishi terpaksa mengganti papan merek dan beralih menjual merek China seperti Chery dan BYD. Seorang pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa merek China, dengan harga yang lebih kompetitif, fitur teknologi canggih, dan desain inovatif, sedang menantang dominasi pasar yang telah lama dipegang oleh merek Jepang.
Contoh spesifiknya meliputi: dealer Honda di Jemursari Surabaya, Pasteur Bandung, Triputra Bekasi, dan BSD Trimegah telah tutup, sementara dealer Mitsubishi di kawasan Cinere, Jawa Barat, berubah menjadi merek Chery. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa volume wholesales Honda Prospect Motor menurun dari 8.757 unit pada Januari 2025 menjadi 3.000 unit pada Maret, mencerminkan perubahan lanskap pasar. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam dinamika persaingan industri otomotif Indonesia, di mana merek China terus memperluas pangsa pasar dengan strategi harga yang tinggi.
Pasar otomotif Indonesia baru-baru ini mengalami perubahan signifikan: terdorong oleh serangan kuat merek mobil China, sejumlah dealer yang sebelumnya menjual Honda dan Mitsubishi terpaksa mengganti papan merek dan beralih menjual merek China seperti Chery dan BYD. Seorang pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa merek China, dengan harga yang lebih kompetitif, fitur teknologi canggih, dan desain inovatif, sedang menantang dominasi pasar yang telah lama dipegang oleh merek Jepang.
Contoh spesifiknya meliputi: dealer Honda di Jemursari Surabaya, Pasteur Bandung, Triputra Bekasi, dan BSD Trimegah telah tutup, sementara dealer Mitsubishi di kawasan Cinere, Jawa Barat, berubah menjadi merek Chery. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa volume wholesales Honda Prospect Motor menurun dari 8.757 unit pada Januari 2025 menjadi 3.000 unit pada Maret, mencerminkan perubahan lanskap pasar. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam dinamika persaingan industri otomotif Indonesia, di mana merek China terus memperluas pangsa pasar dengan strategi harga yang tinggi.