Kepala Eksekutif BPI Danantara, dana kekayaan negara, menyatakan bahwa lembaga tersebut dapat berinvestasi langsung pada proyek coal-to-dimethyl ether (DME) untuk menggantikan impor liquefied petroleum gas (LPG). Saat ini sedang mengevaluasi mitra teknologi potensial dan rencana investasi. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa konsumsi LPG nasional sekitar 8,5 juta ton per tahun, namun kapasitas domestik hanya 1,3 juta ton, sehingga 7 juta ton sisanya bergantung pada impor. Sebelumnya Menteri ESDM mengungkapkan perusahaan Eropa dan Korea tertarik membentuk konsorsium untuk proyek ini, dan perusahaan China juga menyatakan minat. Perusahaan tambang batubara negara PTBA mengkonfirmasi bahwa spesifikasi proyek DME-nya konsisten dengan rencana kerja sama sebelumnya dengan Air Products and Chemicals, Inc. (APCI), dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Saat ini Danantara sedang mengkaji insentif seperti pembebasan pajak, kemudahan impor barang modal, dan dukungan belanja modal proyek. Proyek ini telah memasuki tahap evaluasi akhir, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan meningkatkan ketahanan energi nasional melalui teknologi coal-to-DME.