Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara sangat pesat. Data Bank Indonesia menunjukkan pada kuartal II 2025 ekonomi provinsi ini tumbuh 32,09% year-on-year, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat pada industri besar, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat akar rumput. Di Halmahera Tengah, UMKM di sekitar kawasan industri berkembang pesat. Ribuan pekerja dan aktivitas produksi skala besar menciptakan peluang ekonomi baru. Banyak pedagang kecil memiliki pendapatan harian yang signifikan.
Misalnya, seorang penjual makanan kaki lima dapat memperoleh pendapatan harian hingga 10 juta rupiah, mempekerjakan 8 karyawan dalam dua shift. Karyawan lain di restoran juga memiliki pendapatan harian yang cukup besar. Manajer Hubungan Eksternal Kawasan Industri Weda (IWIP) menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2024, perusahaan telah bekerja sama dengan 323 pemasok lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dari berbagai aspek seperti lapangan kerja, rantai pasok, dan usaha lokal, menghasilkan efek pengganda, memperkuat siklus ekonomi di Halmahera Tengah dan sekitarnya.
Selain itu, IWIP dan Weda Bay Nickel juga menjalankan berbagai proyek pengembangan sosial untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Misalnya, proyek budidaya ikan air tawar di Desa KuloJaya, mengoperasikan 31 kolam ikan, melibatkan 30 petani lokal, tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga membuka peluang usaha mandiri di sektor pangan. Ia menekankan pembangunan industri harus seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini fokus pada pengembangan kapasitas dan potensi ekonomi jangka panjang masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara sangat pesat. Data Bank Indonesia menunjukkan pada kuartal II 2025 ekonomi provinsi ini tumbuh 32,09% year-on-year, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat pada industri besar, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat akar rumput. Di Halmahera Tengah, UMKM di sekitar kawasan industri berkembang pesat. Ribuan pekerja dan aktivitas produksi skala besar menciptakan peluang ekonomi baru. Banyak pedagang kecil memiliki pendapatan harian yang signifikan.
Misalnya, seorang penjual makanan kaki lima dapat memperoleh pendapatan harian hingga 10 juta rupiah, mempekerjakan 8 karyawan dalam dua shift. Karyawan lain di restoran juga memiliki pendapatan harian yang cukup besar. Manajer Hubungan Eksternal Kawasan Industri Weda (IWIP) menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2024, perusahaan telah bekerja sama dengan 323 pemasok lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dari berbagai aspek seperti lapangan kerja, rantai pasok, dan usaha lokal, menghasilkan efek pengganda, memperkuat siklus ekonomi di Halmahera Tengah dan sekitarnya.
Selain itu, IWIP dan Weda Bay Nickel juga menjalankan berbagai proyek pengembangan sosial untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Misalnya, proyek budidaya ikan air tawar di Desa KuloJaya, mengoperasikan 31 kolam ikan, melibatkan 30 petani lokal, tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga membuka peluang usaha mandiri di sektor pangan. Ia menekankan pembangunan industri harus seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini fokus pada pengembangan kapasitas dan potensi ekonomi jangka panjang masyarakat.