China Mobile Indonesia (PT Indonesia China Mobile) akan meng-upgrade kabel bawah laut (SKKL) yang menghubungkan Singapura dan Jakarta guna meningkatkan kapasitas layanan internet di Indonesia. Perusahaan ini telah mengaktifkan kabel bawah laut lintas Asia dari Singapura ke Jepang pada Juni 2025, dan kapasitas segmen Singapura-Jakarta yang ada saat ini direncanakan akan diperluas pada tahun 2026 (waktu dan skala spesifik belum diungkapkan). Perusahaan induk China Mobile pada kuartal ketiga 2025 mencatat pendapatan sekitar 794,7 miliar yuan (naik 0,4% year-on-year), laba bersih 31,1 miliar yuan (naik 1,4% year-on-year), dengan total pengguna seluler global sekitar 1 miliar (pengguna 5G 622 juta, pengguna broadband 329 juta). Anak perusahaan di Indonesia telah mulai meneliti pembangunan pusat data sejak 2013, saat ini bekerja sama dengan penyedia layanan lokal, dengan pusat data besar terbaru di Singapura (10 MW). Pembangunan pusat data di Indonesia bertujuan untuk mengurangi latensi perangkat IoT. Bisnisnya di Indonesia terbagi dalam tiga pilar utama: bisnis korporat mencakup IoT, pusat data, AI, teknologi berbasis perangkat lunak, dll.; bisnis operator mirip dengan Huawei, menyediakan infrastruktur seperti peralatan fiber optik; bisnis seluler berfokus pada paket roaming, dijual melalui kerja sama dengan bandara, e-commerce, dan perjalanan haji. Pada tahun 2026, perusahaan akan memanfaatkan musim haji untuk memperluas pangsa pasar roaming. Perusahaan berencana untuk mengintegrasikan solusi cerdas (mencakup bidang kesehatan, manufaktur, otomotif, pertambangan, rantai pasok, pemerintahan, dll.) ke dalam kehidupan sehari-hari Indonesia, mengandalkan pengalaman lebih dari satu dekade dan 20.000 use case, serta bekerja sama dengan mitra lokal untuk mempercepat penerapan teknologi guna mendukung program pemerintah di bidang pangan, pertanian, perikanan, dll. Perusahaan menekankan bahwa teknologi bukan hanya IoT, melainkan ekosistem lengkap yang mencakup jaringan, big data, dan pusat komando. Perusahaan juga akan bekerja sama dengan asosiasi seperti APJII serta perusahaan, pemerintah, dan regulator untuk mendorong implementasi teknologi dan menciptakan kekuatan ekonomi bersama.