CEO Danantara mengungkapkan bahwa pemerintah berencana meluncurkan beberapa proyek hilirisasi dalam waktu dekat, termasuk pabrik peleburan bauksit, kilang minyak tanah ramah lingkungan, dan pengolahan hilir produk kelapa. Sebelumnya pemerintah telah menetapkan target untuk menyelesaikan peletakan batu pertama 18 proyek hilirisasi utama secara bertahap hingga Maret 2025. Proyek yang akan segera dimulai termasuk pabrik peleburan aluminium di Mempawah dan kilang minyak tanah ramah lingkungan di Cilacap, Jawa Barat. Di Mempawah, Kalimantan Barat, akan dikembangkan dua proyek pemurnian alumina, proyek pertama investasi US$2,4 miliar, dan proyek kedua US$890 juta. Di Cilacap, Jawa Barat, akan dimulai proyek kilang minyak tanah ramah lingkungan dengan investasi mencapai US$1,1 miliar. Selain itu, di Morowali, Sulawesi Tengah, akan dibangun fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi dengan investasi sekitar US$100 juta. Di Banyuwangi, Jawa Timur, juga akan dikembangkan fasilitas bioetanol senilai US$80 juta. Terakhir, akan dikembangkan fasilitas hilirisasi peternakan unggas, dengan rencana 12 proyek yang akan dimulai terlebih dahulu, di mana 5 proyek detailnya belum diungkapkan. Dimulainya proyek-proyek ini menandai langkah penting Indonesia dalam mencapai diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan baku. Melalui pengembangan industri hilir, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja, mendorong pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah akan terus mendukung dan mendorong pelaksanaan proyek-proyek ini untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang negara.