Indonesia akan memberlakukan larangan total impor 12 kategori barang mulai tahun ini
Departemen Perdagangan baru-baru ini merilis sebuah dokumen yang mengumumkan bahwa sejak1 Januari 2026bangun dan bawaLarangan total terhadap impor 12 kategori barang. Komoditas-komoditas ini dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok utama:Beberapa peralatan rumah tangga jadi, pakaian bekas, beberapa makanan dan bahan makanan, beberapa bahan farmasi, produk yang berpolusi dan berisiko tinggi. Larangan ini bukanlah sebuah blokade sederhana, melainkan memberikan perusahaan-perusahaan TiongkokPeluang untuk memposisikan ulang dan meningkatkan operasi.
Kedua.Larangan total impor barang bekasHal ini telah membawa kehidupan baru bagi industri manufaktur tekstil dan garmen. Indonesia yang sangat besarBasis populasi mudaMemastikan permintaan yang berkelanjutan di pasar pakaian. Penerapan larangan ini berarti bahwa kesenjangan pasar akan diisi olehdiproduksi secara lokaldiisi, menyediakan perusahaan tekstil dan pakaian jadi Tiongkok denganPeluang untuk memperluas pangsa pasar.
Pembatasan impor makanan dan bahan makanan akan mendorongPengembangan rantai pertanian. Indonesia berharap bahwa dengan meningkatkanProduktivitas pertanian dan kapasitas pemrosesanuntuk menyelesaikan masalah pangan. Perusahaan-perusahaan Cina dapat berinvestasi diDrone pertanian, sistem penanaman cerdasdan solusi pertanian berteknologi tinggi lainnya, sertaPeralatan pabrik gula dan pengolahan pakandan industri hilir lainnya untuk berpartisipasi dalam area pertumbuhan ini.
Larangan bahan-bahan farmasi terutama ditujukan untukbahan yang bermasalahyang menyediakan perusahaan-perusahaan farmasi reguler denganpembersihan pasarpeluang. Perusahaan-perusahaan Cina dapat melakukan ini dengan memperkuatManajemen kepatuhan dan sertifikasi lokalEkspansi di IndonesiaPasar konsumen yang sehatBagian dari
Larangan terhadap barang terkontaminasi berisiko tinggi berkaitan denganPerlindungan lingkungan dan keselamatan publikImpor produk semacam itu sepenuhnya dilarang. Perusahaan-perusahaan Tiongkok harus menghindari usaha di bidang ini dan fokus pada sektor lain yang lebih menjanjikan.