Jenis Produk Paling Disukai Konsumen Selama Ramadan 2026 di Indonesia
Selama Ramadan 2026, belanja rumah tangga Indonesia diperkirakan akan meningkat, namun pertumbuhannya lebih rasional dan selektif. Kecantikan, Barang Konsumen Cepat Bergerak (FMCG), dan Fashion menjadi tiga kategori paling populer. Riset InMobi menunjukkan 74% konsumen meningkatkan anggaran belanja Ramadan dibandingkan tahun lalu. Meskipun daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya, Ramadan tetap menjadi momen konsumsi utama untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Data internal SIRCLO menunjukkan aktivitas belanja online mencapai puncak pada dua minggu sebelum Ramadan, dengan kategori pencarian terpanas adalah kecantikan dan perawatan diri, kesehatan, serta fashion.
Indonesia Rencanakan Keringanan Biaya Manajemen untuk UKM E-commerce
Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Bidang Mineral dan Baja
Perusahaan AI Medis Tiongkok Pertama Kali Masuk ke Industri Kesehatan Indonesia
Pensiun Subsidi Mobil Listrik, Pasar Mobil Terbesar di Asia Tenggara Kembali Terjebak dalam Pertempuran antara Produsen China dan Jepang
57 Perusahaan Pengolahan Ikan Indonesia Dapatkan Persetujuan Ekspor Perikanan dari Bea Cukai Tiongkok
Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui kerja sama dengan otoritas terkait di Turki dan Tiongkok, memperluas akses ekspor perikanan, dan total 57 perusahaan pengolahan ikan telah mendapatkan nomor persetujuan ekspor. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Indonesia secara resmi mengumumkan di Jakarta bahwa setelah mendapatkan nomor tersebut, 57 perusahaan ini dapat secara legal mengekspor ikan dan produk olahan perikanan ke Turki dan Tiongkok. Persetujuan ini tidak hanya sekedar pengajuan daftar, tetapi melalui audit teknis yang ketat, verifikasi kuesioner, dan memenuhi persyaratan resmi kedua negara. Perusahaan telah memiliki sertifikasi HACCP (Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis) dan secara ketat melaksanakan
Indonesia Bekerja Sama dengan AS dan Jepang untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Modular
Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Reaktor Nuklir Modular Kecil (SMR) di Kalimantan Barat. Hal ini telah dimasukkan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS (ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Saat ini, perusahaan listrik negara PLN telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AS NuScale untuk proyek nuklir di Kalimantan Barat dan telah melakukan studi kelayakan. Proyek ini akan menggunakan model kemitraan publik-swasta, memulai pekerjaan rekayasa dan desain tahap awal, merencanakan pembangunan reaktor modular kecil 2×75 megawatt, dengan unit yang dapat dipilih secara fleksibel dengan kapasitas modular 2
Harga Gaharu Indonesia Melebihi Emas, Disambut Hangat di Pasar Luar Negeri
Di hutan hujan Sumatera dan Kalimantan, Indonesia menyimpan kayu berharga yang nilainya bisa melebihi emas, yaitu gaharu (juga dikenal sebagai "gaharu" atau "agarwood"), yang berasal dari pohon penghasil gaharu (terutama Aquilaria malaccensis). Pohon ini hanya akan mengeluarkan mekanisme perlindungan diri dengan memproduksi resin setelah terluka atau terinfeksi jamur, sehingga membentuk gaharu yang sangat harum. Gaharu kelas atas memiliki harga sangat tinggi di pasar internasional, mencapai $20.000–$100.000 per kilogram (setara dengan ratusan juta hingga miliaran rupiah).
Lima Perusahaan Publik Indonesia yang Dipilih untuk Bekerja Sama Mengembangkan Energi dari Sampah
Pada akhir Februari 2026, Dana Investasi Berdaulat Indonesia Danantara akan mengumumkan hasil pemenang proyek perdana "Sampah Menjadi Energi" (Waste to Energy, WTE). Proyek ini memiliki total investasi sekitar Rp110 triliun, dengan tahap awal difokuskan di empat kota: Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Saat ini, 24 perusahaan yang lolos seleksi awal sebagian besar adalah perusahaan asing yang menguasai teknologi canggih, dan sesuai ketentuan harus bekerja sama dengan perusahaan lokal Indonesia. Hal ini membawa peluang penting bagi perusahaan publik Indonesia (emiten BEI) yang sudah memiliki jejak di rantai industri WTE.
Penurunan Produksi Bijih Nikel Indonesia Berpotensi Menghentikan Operasi Smelter, Mengubah Struktur Pasokan Global
Pengurangan rencana produksi nikel (RKAB) tahun 2026 telah mendorong harga nikel kembali ke kisaran $17.000–$18.000 per ton, padahal tahun lalu hanya $14.000–$15.000. Analis komoditas dan pendiri Traderindo menyatakan bahwa pemotongan kuota produksi nikel dari 379 juta ton pada tahun 2025 menjadi 260–270 juta ton pada tahun 2026 dapat menyebabkan kekurangan bahan baku bagi smelter dalam negeri, sehingga terpaksa meningkatkan impor. Ia menilai langkah pemerintah ini bertujuan untuk mengakhiri "era nikel murah" dan mendorong Indonesia bertransformasi dari "negara produsen besar" menjadi "pengendali harga".
Indonesia Dorong Pengolahan dan Pemurnian Timah di Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia berencana menghentikan ekspor timah untuk mendorong pengembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri. Ini merupakan langkah penting lainnya dalam kebijakan "hilirisasi" setelah larangan ekspor bauksit. Dalam acara "Prospek Ekonomi Indonesia" pada 13 Februari 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa setelah larangan ekspor bauksit pada 2025, pemerintah akan mempelajari penghentian ekspor berbagai komoditas termasuk timah pada tahun 2026. Menteri menegaskan bahwa ekspor bahan mentah bukan lagi pilihan, dan harus beralih ke pembangunan industri peleburan dan pengolahan di dalam negeri untuk mengembangkan produk bernilai tambah tinggi.
Indonesia Gencar Mengembangkan Industri Chip Semikonduktor
Indonesia sedang gencar merebut peluang pengembangan industri semikonduktor, menempatkannya sebagai industri strategis bernilai tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Menghadapi perkembangan teknologi global yang pesat dan lonjakan permintaan chip di berbagai sektor, pemerintah Indonesia tidak puas hanya menjadi pasar konsumen produk elektronik, tetapi berkomitmen untuk meningkatkan level industri dalam negeri dan berpartisipasi dalam rantai nilai semikonduktor global. Kementerian Perindustrian dengan tegas menyatakan akan memperkuat industri berteknologi tinggi, termasuk semikonduktor, sebagai fondasi penting transformasi industri dan kemandirian teknologi nasional. Semikonduktor dianggap sebagai pendukung inti di bidang elektronik, otomotif, telekomunikasi, energi, dan transformasi digital. Tanpa