Pemerintah Prabowo Perdalam Kerja Sama Indonesia-Tiongkok, Belajar dari Pengalaman Tiongkok
Pemerintah Prabowo menunjukkan tekad kuat dalam pengentasan kemiskinan melalui berbagai rencana strategis yang berhasil menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan pada 2025 tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47%, jumlah penduduk miskin ekstrem menurun drastis dari 3,56 juta menjadi sekitar 2,2 juta jiwa, hasil pengentasan kemiskinan sangat signifikan. Menteri Imigrasi dan Pemukiman menyatakan hasil ini membuktikan perhatian tinggi pemerintah Prabowo terhadap pengentasan kemiskinan selama satu setengah tahun pemerintahannya. Pada November 2022 saat berkunjung ke Tiongkok, Presiden Prabowo telah menyatakan keinginan untuk belajar dari pengalaman pengentasan kemiskinan Tiongkok, dan sejak itu pemerintah Indonesia terus memperdalam kerja sama dengan Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan
Indonesia Sesuaikan Regulasi Pajak Kendaraan Listrik, Insentif Jangka Panjang Berpotensi Diperketat
Indonesia Dorong Tujuh Proyek Upgrade Industri Pupuk
Kawasan Industri Jababeka dan Perusahaan China Dirikan Pusat Kerja Sama Inovasi
Pusat Penelitian Bersama Animasi dan Game Indonesia-Tiongkok Diresmikan
US$60 Juta, Tiga Pabrik Tekstil Berdiri di Jakarta
US$60 juta, tiga pabrik besar berdiri bersamaan. Ketika banyak orang meragukan industri tekstil, mengapa pemasok top HM justru berinvestasi besar-besaran di Subang, Indonesia? Pada 23 April 2026, Subang di kawasan industri timur Jakarta mencapai momen bersejarah. Di kawasan industri Smartpolitan Subang, tiga perusahaan yang berpengaruh dalam peta mode global mengadakan upacara peletakan batu pertama bersama. Ketiga perusahaan tersebut – Blue Ribbon Fashion, Binkowo Tekstil, dan Dafei Tekstil – semuanya adalah anggota inti rantai pasokan raksasa mode cepat HM. Total investasi mencapai 6
Toyota Indonesia dan CATL Berinvestasi di Industri Baterai
Anak perusahaan Toyota di Indonesia baru-baru ini mengumumkan akan bekerja sama dengan raksasa baterai kendaraan listrik China, CATL, untuk menginvestasikan Rp1,3 triliun (setara US$76 juta) dalam memajukan penelitian dan produksi baterai lokal di Indonesia. Kerja sama ini akan mempercepat rantai industri energi baru Toyota di Indonesia, dan direncanakan memulai ekspor baterai pada paruh kedua tahun 2026. Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam pernyataan resmi mengatakan bahwa produk ekspor di masa depan tidak hanya mencakup paket baterai untuk kendaraan hybrid, tetapi juga modul baterai dan sel baterai yang akan diekspor secara terpisah, namun target pasar ekspor spesifik belum diumumkan.
Tarif Tinggi AS Hambat Ekspor Panel Surya Indonesia
Anggota Dewan Energi Nasional Indonesia baru-baru ini mengungkapkan di Jakarta bahwa Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi panel surya yang besar, mencapai 11 Gigawatt (GW) per tahun, di mana sekitar 5 GW berasal dari kapasitas terencana dalam negeri, dan 6 GW lainnya adalah jalur produksi yang semula direncanakan untuk ekspor. Namun, akibat kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan AS, ekspor produk fotovoltaik Indonesia terhambat parah, banyak produk menghadapi penumpukan stok, dan industri fotovoltaik dalam negeri menghadapi tantangan berat. Sebelumnya, Indonesia mengekspor sejumlah besar modul fotovoltaik ke pasar seperti AS setiap tahun, tetapi kini AS menerapkan tarif impor setinggi 80% hingga 120% pada panel surya impor, yang secara efektif membentuk hambatan perdagangan.
Indonesia Rencanakan Bangun PLTS Apung di Atas Permukaan Waduk
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan survei dan perencanaan waduk untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTS apung) secara besar-besaran di permukaan waduk, guna mempercepat pencapaian target strategis kapasitas terpasang surya nasional sebesar 100 Gigawatt. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM dalam acara peluncuran PLTS Atap 1 GW Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan awal, jika 20% luas permukaan waduk yang sedang dibangun dan telah dibangun oleh Kementerian PU dikembangkan untuk PLTS terapung, maka dapat menambah kapasitas terpasang fotovoltaik lebih dari 15 GW, yang akan menjadi pendukung penting bagi Indonesia dalam mencapai target surya.
Hongqi dan Leap Motor Akan Masuk ke Indonesia Tahun Ini
Salah satu grup otomotif terbesar di Indonesia, Indomobil Group, baru-baru ini mengumumkan akan mendatangkan dua merek mobil China, Hongqi dan Leap Motor, pada tahun 2026, secara resmi memasuki pasar otomotif Indonesia. Hongqi, sebagai merek kendaraan resmi pemimpin negara China, menjadi sorotan. Direktur Indomobil Group di Guangzhou mengonfirmasi bahwa kedua merek saat ini berada dalam tahap pengujian lokal dan sertifikasi produk (homologasi) di Indonesia, dengan proses administrasi yang sedang berjalan. Sesuai rencana, Hongqi akan diluncurkan pertama kali di Indonesia pada Juli 2026.
Mobil China Bangkit di Indonesia Berdaya Harga Kompetitif dan Fitur Lengkap
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa harga yang sangat kompetitif dan fitur yang lengkap adalah keunggulan inti mobil merek China dalam menarik konsumen Indonesia, dan juga menjadi kunci peningkatan pangsa pasar mereka di lokal. Pada kisaran harga yang sama, mobil China umumnya dilengkapi dengan fitur yang jauh lebih kaya dibandingkan merek lain, termasuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), layar sentuh besar, sunroof panorama, serta desain eksterior dan interior modern, yang jarang ditemukan pada merek lain di harga yang sama. Ia menilai bahwa pabrikan China pada umumnya dapat menerapkan teknologi terbaru ke model produksi massal lebih cepat dibandingkan pesaing, dan keunggulan kecepatan iterasi produk
Pertamina dan Toyota Kerja Sama Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia merangkap Wakil Kepala BKPM baru-baru ini mengumumkan bahwa anak perusahaan energi baru dan terbarukan Pertamina (Pertamina NRE) akan bekerja sama dengan Toyota Group untuk membangun pabrik bioetanol generasi kedua di Indonesia guna mendukung kebijakan pencampuran wajib energi hijau yang diterapkan pemerintah. Proyek ini bertujuan untuk merealisasikan rencana strategis nasional Indonesia, yaitu mewajibkan standar pencampuran bioetanol dalam bensin sebesar 10% (E10) pada tahun 2028. Kedua belah pihak akan menggunakan teknologi bioetanol multipakan generasi kedua (2G), memanfaatkan sumber daya lokal Indonesia secara optimal, dengan bahan baku biomassa kelapa sawit,