Indonesia Bekerja Sama dengan AS dan Jepang untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Modular
Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Reaktor Nuklir Modular Kecil (SMR) di Kalimantan Barat. Hal ini telah dimasukkan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS (ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Saat ini, perusahaan listrik negara PLN telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AS NuScale untuk proyek nuklir di Kalimantan Barat dan telah melakukan studi kelayakan. Proyek ini akan menggunakan model kemitraan publik-swasta, memulai pekerjaan rekayasa dan desain tahap awal, merencanakan pembangunan reaktor modular kecil 2×75 megawatt, dengan unit yang dapat dipilih secara fleksibel dengan kapasitas modular 2
Indonesia Mengembangkan Beberapa Kawasan Industri Hijau dan Ramah Lingkungan
Pabrik baru BYD di Indonesia telah mendapatkan izin produksi dan akan segera beroperasi
Harga Gaharu Indonesia Melebihi Emas, Disambut Hangat di Pasar Luar Negeri
Lima Perusahaan Publik Indonesia yang Dipilih untuk Bekerja Sama Mengembangkan Energi dari Sampah
Penurunan Produksi Bijih Nikel Indonesia Berpotensi Menghentikan Operasi Smelter, Mengubah Struktur Pasokan Global
Pengurangan rencana produksi nikel (RKAB) tahun 2026 telah mendorong harga nikel kembali ke kisaran $17.000–$18.000 per ton, padahal tahun lalu hanya $14.000–$15.000. Analis komoditas dan pendiri Traderindo menyatakan bahwa pemotongan kuota produksi nikel dari 379 juta ton pada tahun 2025 menjadi 260–270 juta ton pada tahun 2026 dapat menyebabkan kekurangan bahan baku bagi smelter dalam negeri, sehingga terpaksa meningkatkan impor. Ia menilai langkah pemerintah ini bertujuan untuk mengakhiri "era nikel murah" dan mendorong Indonesia bertransformasi dari "negara produsen besar" menjadi "pengendali harga".
Indonesia Dorong Pengolahan dan Pemurnian Timah di Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia berencana menghentikan ekspor timah untuk mendorong pengembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri. Ini merupakan langkah penting lainnya dalam kebijakan "hilirisasi" setelah larangan ekspor bauksit. Dalam acara "Prospek Ekonomi Indonesia" pada 13 Februari 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa setelah larangan ekspor bauksit pada 2025, pemerintah akan mempelajari penghentian ekspor berbagai komoditas termasuk timah pada tahun 2026. Menteri menegaskan bahwa ekspor bahan mentah bukan lagi pilihan, dan harus beralih ke pembangunan industri peleburan dan pengolahan di dalam negeri untuk mengembangkan produk bernilai tambah tinggi.
BPI Danantara Rencanakan Lelang Tahap II Proyek Pembangkit Listrik Sampah Bulan Depan
CEO BPI Danantara mengungkapkan setelah acara "Prospek Ekonomi Indonesia 2026" bahwa perusahaan akan memulai lelang tahap kedua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sekitar Maret 2026, dengan target mencakup 12 kota. Namun ia menekankan bahwa pengumuman lelang tahap kedua baru akan dirilis setelah perusahaan menyelesaikan evaluasi penawaran untuk empat kota pertama (lelang tahap pertama) dan menentukan pemenang. Ia mengungkapkan bahwa evaluasi putaran pertama akan menilai secara komprehensif aspek teknis, keuangan, dan rencana teknis, dan diharapkan selesai pada akhir Februari untuk mengumumkan hasilnya. Danantara menetapkan standar ketat bagi mitra proyek konversi sampah menjadi energi (WtE), yang terbagi dalam tiga dimensi utama:
Huawei Bantu Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Berpendingin Cair Pertama di Indonesia
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Super (SPKLU) pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan sistem pendingin cair telah diresmikan di kawasan Scientia Park, Sumarecon Serpong, Kota Tangerang. Fasilitas ini dibangun oleh Zora, merek pengisian daya premium di bawah naungan Mebi. Stasiun ini merupakan stasiun pengisian daya pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi pendingin cair, sekaligus proyek pertama di dalam negeri yang mengimplementasikan teknologi pengisian daya terdistribusi. Hal ini merupakan langkah penting dalam peningkatan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Stasiun pengisian ini menggunakan solusi FusionCharge dari Huawei Digital Power, dengan daya pengisian maksimum mencapai 400kW. Teknologi pengisian terdistribusi mampu mengalokasikan energi secara cerdas, meningkatkan efisiensi pengisian secara signifikan.
Indonesia Gencar Mengembangkan Industri Chip Semikonduktor
Indonesia sedang gencar merebut peluang pengembangan industri semikonduktor, menempatkannya sebagai industri strategis bernilai tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Menghadapi perkembangan teknologi global yang pesat dan lonjakan permintaan chip di berbagai sektor, pemerintah Indonesia tidak puas hanya menjadi pasar konsumen produk elektronik, tetapi berkomitmen untuk meningkatkan level industri dalam negeri dan berpartisipasi dalam rantai nilai semikonduktor global. Kementerian Perindustrian dengan tegas menyatakan akan memperkuat industri berteknologi tinggi, termasuk semikonduktor, sebagai fondasi penting transformasi industri dan kemandirian teknologi nasional. Semikonduktor dianggap sebagai pendukung inti di bidang elektronik, otomotif, telekomunikasi, energi, dan transformasi digital. Tanpa
Mobil Listrik BYD Menjadi Kendaraan Dinas Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menetapkan BYD Atto 1 sebagai kendaraan dinas untuk instansi pemerintah daerah dan tingkat camat. Melalui anggaran APBD 2026 sebesar Rp5 miliar, akan dibeli 21 unit mobil listrik murni ini, khusus untuk digunakan oleh kepala instansi kota dan camat dalam kegiatan operasional sehari-hari. Pemerintah Kota Banjarmasin mengumumkan rencana pembelian ini melalui akun Instagram resmi, dan menekankan bahwa pembelian besar-besaran ini bukan untuk formalitas, melainkan pertimbangan penghematan anggaran jangka panjang, sekaligus langkah penting dalam pengembangan energi bersih di daerah. Pemerintah kota menyatakan bahwa
Proyek Pengolahan Air Limbah Kilang Minyak Menjadi Garam Industri di Indonesia
PT Garam, anak perusahaan ID Food, berencana membangun pabrik pengolahan air limbah di Kota Balikpapan untuk mengolah air limbah dari Rencana Induk Pengembangan Kilang Minyak (RDMP) Pertamina menjadi garam industri. Proyek ini bernilai investasi Rp7 triliun dan diperkirakan akan dimulai pada April 2026. Sekretaris Perusahaan PT Garam menyatakan bahwa air garam dari proses boiler Kilang Balikpapan Pertamina sebelumnya hanya dinetralkan dan dibuang ke laut, sementara pabrik tersebut mengambil air laut untuk memenuhi kebutuhan boiler. Karakteristik sumber daya ini memberikan potensi besar bagi proyek pengolahan air limbah menjadi garam.