Kawasan Weda Bay klarifikasi isu 'penyelundupan bubuk nikel'
Menanggapi dugaan keterlibatan warga negara Tiongkok dalam penyelundupan bubuk nikel melalui bandara eksklusif IWIP di Maluku Utara, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memberikan tanggapan. Pada hari Jumat, 5 Desember, seorang warga negara Tiongkok saat akan naik pesawat dari bandara eksklusif IWIP menuju Manado, kedapatan membawa 5 bungkus bubuk nikel campuran dan 4 bungkus bubuk nikel murni, dan langsung ditangkap. Manajemen IWIP dalam pernyataan tertulisnya menyatakan bahwa perusahaan telah mengetahui isu mengenai dugaan pengangkutan material yang melanggar aturan di bandara eksklusif, dan selalu mematuhi semua aturan operasi
Proyek pembangunan nasional Indonesia dorong industri baja lokal
Kawasan Weda Bay dituduh melakukan penimbangan dan verifikasi mineral sendiri
Pemerintah dan Pengusaha China-Indonesia Berkumpul di Taman Industri Wanxinda Menyongsong Janji 2045
Forum Bisnis Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Digelar di Jakarta
Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Berencana Melantai di Bursa
Perusahaan ekspor sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penawaran umum perdana (IPO) ditetapkan pada harga Rp168 per saham, dengan menerbitkan 625 juta saham, total dana terkumpul Rp105 miliar. Berdasarkan prospektus, seluruh dana akan digunakan untuk pembelian sarang burung walet sebagai modal kerja: 56,33% untuk modal kerja perusahaan sendiri, 43,67% disuntikkan ke anak perusahaan PT Realfood Winta Asia (RWA) untuk pembelian sarang burung walet.
Indonesia Batasi Impor Barang Tiongkok Tanpa Label dan Penyaringan
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa aksi penertiban barang impor tidak hanya terbatas pada pemberantasan perdagangan pakaian bekas, tetapi juga akan menyasar barang-barang baru yang membanjiri pasar domestik. Menteri Koperasi dan UKM mengungkapkan bahwa pemerintah sedang bersiap membatasi barang-barang baru asal Tiongkok yang tidak berlabel dan kurang pengawasan yang semestinya. Ia menunjuk bahwa masalah terbesar yang dihadapi UMKM bukan hanya maraknya impor pakaian bekas, tetapi juga derasnya arus barang impor baru yang masuk tanpa kendali melalui kontainer. Barang-barang tersebut meliputi pakaian, sepatu, celana, jam tangan, dan barang lainnya, tanpa identitas produk, tanpa label standar, tanpa penyaringan kualitas. Barang-barang itu masuk melalui kontainer
AKRA Jual Lagi 20 Hektar Lahan, Perusahaan Kimia Tiongkok Ambil Alih
Perusahaan AKR Corporindo Tbk (AKRA) melalui anak usahanya PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) telah menyerahkan lahan industri seluas 20 hektar kepada anak perusahaan Sichuan Jinsiang Chemical, yaitu PT GEABH Joint Technology, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Industri dan Pelabuhan Terpadu Gresik (JIIPE) di Jawa Timur. Sebelumnya pada April 2025, perusahaan tersebut telah membeli 20 hektar lahan untuk fasilitas produksi tahap pertama. Lahan tambahan ini akan digunakan untuk
Deli Alat Tulis Investasikan 150 Juta USD Bangun Pabrik di Indonesia
Raksasa alat tulis Deli membangun pabrik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Sekilas terlihat seperti perusahaan Tiongkok lagi-lagi membangun pabrik di luar negeri, namun sebenarnya ini adalah cara baru merek konsumen Tiongkok di ASEAN—dari yang sebelumnya 'dibuat di Tiongkok lalu dikirim untuk dijual', menjadi 'dibuat di lokal, dijual ke seluruh kawasan'. Proyek ini menghabiskan 150 juta dolar AS, menempati lahan seluas 8,2 hektar, dan direncanakan menjadi basis regional yang mengintegrasikan produksi, gudang, dan logistik. Setelah beroperasi, penjualan tahunan bisa mencapai 140 juta dolar AS, serta menyediakan lebih dari 3.000 lapangan kerja bagi penduduk setempat. Untuk industri alat tulis yang tampak 'tidak mencolok', skala ini cukup besar—menunjukkan bahwa Deli tidak hanya mencoba-coba, melainkan benar-benar ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi inti di Asia Tenggara.
Ketua CPPCC China Lakukan Kunjungan Persahabatan Resmi ke Indonesia
Pada 3-4 Desember 2025 waktu setempat, atas undangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia, Muzani, Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning melakukan kunjungan persahabatan resmi ke Indonesia. Di Jakarta, ia masing-masing bertemu dengan Presiden Prabowo, Ketua DPR Puan, Ketua DPD Nagamuddin, dan mengadakan pembicaraan dengan Ketua MPR Muzani. Saat bertemu Prabowo, Wang Huning menyampaikan salam hangat dan harapan baik dari Pemimpin China, serta menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir dan tanah longsor parah yang melanda wilayah Sumatera. Wang Huning menyatakan bahwa Pemimpin China telah beberapa kali bertemu dengan Presiden, dan telah menetapkan
Menkeu RI Berencana ke China Bahas Utang Kereta Cepat
Menteri Keuangan sebelumnya bertemu dengan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) untuk membahas solusi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC), atau proyek Whoosh, dalam rangka upaya pemerintah merampungkan skema pendanaan proyek tersebut. Ia mengatakan pembicaraan mereka mencakup berbagai hal, termasuk masalah utang KCIC, dan meskipun diskusi berlangsung dalam suasana baik, bentuk pasti penyelesaian utang masih dalam tahap penjajakan. Diskusi antar tim teknis masih berlangsung, namun arah umum mulai jelas. Ia hampir pasti akan ikut serta ke China untuk membahas kelanjutan proyek, tetapi rencana keberangkatan
Presiden Prabowo Bertemu Ketua CPPCC China
Presiden Indonesia Prabowo bertemu dengan Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning yang berkunjung di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis sore. Wang Huning tiba di Istana Merdeka pukul 11:35 waktu setempat, didampingi delegasi dan dikawal oleh pasukan pengawal sepeda motor, serta disambut oleh penari tradisional saat tiba. Menteri Sekretaris Negara menyambutnya di depan istana dan mengantarnya untuk bertemu dengan Prabowo. Presiden menyambut Wang Huning di balkon depan istana, kemudian membawanya ke ruang penyerahan surat kepercayaan untuk berfoto bersama dan menandatangani buku tamu kenegaraan, yang menurut pemerintah mencerminkan "hubungan harmonis" kedua negara. Prabowo memperkenalkan kepada Wang Huning beberapa