Menteri Koordinator Bidang Perekonomian baru-baru ini menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berencana untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat pada hari Senin, 7 Juli 2025, mengenai peningkatan impor, yang mencakup peningkatan impor minyak dan produk pertanian dari AS. Indonesia akan mengimpor komoditas energi dari AS dengan total nilai 15,5 miliar dolar AS (sekitar 251,11 triliun rupiah). Selain komoditas energi, juga termasuk impor produk pertanian, serta rencana investasi terkait, yang melibatkan investasi BUMN dan Danantara. Saat ini negosiasi masih berlangsung, dan perwakilan tim negosiasi Indonesia sedang berada di Washington DC, AS, sementara tim negosiasi dari India, Jepang, Uni Eropa, Vietnam, Malaysia, dan negara-negara lain juga sedang melakukan negosiasi. Indonesia berharap AS tidak menerapkan tarif timbal balik, yaitu tarif timbal balik 0%. Karena tenggat waktu negosiasi perdagangan dengan AS semakin dekat, yaitu 8-9 Juli 2025, Indonesia telah mengajukan tawaran kedua kepada AS yang mencakup investasi mineral kritis dan ekosistem kendaraan listrik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian baru-baru ini menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berencana untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat pada hari Senin, 7 Juli 2025, mengenai peningkatan impor, yang mencakup peningkatan impor minyak dan produk pertanian dari AS. Indonesia akan mengimpor komoditas energi dari AS dengan total nilai 15,5 miliar dolar AS (sekitar 251,11 triliun rupiah). Selain komoditas energi, juga termasuk impor produk pertanian, serta rencana investasi terkait, yang melibatkan investasi BUMN dan Danantara. Saat ini negosiasi masih berlangsung, dan perwakilan tim negosiasi Indonesia sedang berada di Washington DC, AS, sementara tim negosiasi dari India, Jepang, Uni Eropa, Vietnam, Malaysia, dan negara-negara lain juga sedang melakukan negosiasi. Indonesia berharap AS tidak menerapkan tarif timbal balik, yaitu tarif timbal balik 0%. Karena tenggat waktu negosiasi perdagangan dengan AS semakin dekat, yaitu 8-9 Juli 2025, Indonesia telah mengajukan tawaran kedua kepada AS yang mencakup investasi mineral kritis dan ekosistem kendaraan listrik.