Presiden Prabowo secara resmi menunjuk Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf (Purnawirawan Laksamana Madya TNI AL) sebagai Ketua Otoritas Pantai Utara (Pantura Authority), dengan Wakil Ketua Darwin Trisna Djajawinata (eksekutif PT Sarana Multi Infrastruktur) dan Suhajar Diantoro (mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri). Tugas utama lembaga ini adalah memimpin pembangunan tanggul raksasa di pesisir utara Pulau Jawa, dengan cakupan proyek dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur, sepanjang 700 km. Tahap awal difokuskan pada garis pantai Jakarta-Banten-Bekasi (2025-2033), dengan anggaran Rp123 triliun (sekitar US$7,4 miliar). Proyek ini mendapat dukungan teknis dari Belanda, dengan mengadopsi pengalaman pengendalian banjir dari proyek Delta Works. Perusahaan dari China dan Korea seperti Hyundai Engineering & Construction dan PowerChina juga akan berpartisipasi dalam tender konstruksi. Tanggul ini dapat mengatasi abrasi pantai (penurunan tanah rata-rata 3-25 cm per tahun), melindungi 6 juta penduduk pesisir serta industri akuakultur (nilai produksi Rp47 triliun per tahun). Menteri Kelautan dan Perikanan memastikan proyek ini berjalan paralel dengan program revitalisasi tambak udang (target 50.000 hektar pada 2025), sambil tetap mempertahankan kawasan restorasi mangrove (30% tanggul dikombinasikan dengan sabuk ekologis).