Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, dari tahun 2020 hingga semester I 2025, investasi langsung China di Indonesia mencapai Rp578 triliun (sekitar 254 miliar yuan), meningkat 31% dibandingkan enam tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu negara asal investasi asing terbesar di Indonesia. Investasi difokuskan pada tiga sektor utama, termasuk industri pengolahan logam (44%) yang berinvestasi besar di kawasan industri nikel Maluku Utara, dengan nilai lebih dari Rp254 triliun.
Transportasi dan telekomunikasi (18%) meliputi proyek pelabuhan, infrastruktur 5G, dll.; Kimia dan farmasi (10%) mendorong peningkatan rantai industri farmasi lokal. 60% dana dialokasikan ke daerah kaya sumber daya di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kepulauan Maluku; sisanya tersebar di Pulau Jawa yang padat penduduk, mendukung pendirian pabrik perusahaan kendaraan listrik seperti BYD dan Yadea.
Pejabat terkait menyatakan, modal dan teknologi China sedang mempercepat strategi pengolahan sumber daya dalam negeri, dengan 48% proyek pertambangan melibatkan partisipasi perusahaan China. Pada bulan Mei tahun ini, kedua negara menandatangani perjanjian pembangunan kawasan industri bersama dan penyelesaian mata uang lokal, bank seperti OCBC telah membuka layanan konversi langsung RMB-Rupiah, lebih lanjut mengurangi biaya transaksi lintas batas.
Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, dari tahun 2020 hingga semester I 2025, investasi langsung China di Indonesia mencapai Rp578 triliun (sekitar 254 miliar yuan), meningkat 31% dibandingkan enam tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu negara asal investasi asing terbesar di Indonesia. Investasi difokuskan pada tiga sektor utama, termasuk industri pengolahan logam (44%) yang berinvestasi besar di kawasan industri nikel Maluku Utara, dengan nilai lebih dari Rp254 triliun.
Transportasi dan telekomunikasi (18%) meliputi proyek pelabuhan, infrastruktur 5G, dll.; Kimia dan farmasi (10%) mendorong peningkatan rantai industri farmasi lokal. 60% dana dialokasikan ke daerah kaya sumber daya di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kepulauan Maluku; sisanya tersebar di Pulau Jawa yang padat penduduk, mendukung pendirian pabrik perusahaan kendaraan listrik seperti BYD dan Yadea.
Pejabat terkait menyatakan, modal dan teknologi China sedang mempercepat strategi pengolahan sumber daya dalam negeri, dengan 48% proyek pertambangan melibatkan partisipasi perusahaan China. Pada bulan Mei tahun ini, kedua negara menandatangani perjanjian pembangunan kawasan industri bersama dan penyelesaian mata uang lokal, bank seperti OCBC telah membuka layanan konversi langsung RMB-Rupiah, lebih lanjut mengurangi biaya transaksi lintas batas.