Pada September 2025, perusahaan baja Chili Elecmetal bersama Grup Longteng Tiongkok melalui perusahaan patungan PT Elecmetal Longteng Indonesia, berinvestasi US$70 juta untuk membangun pabrik bola baja pertambangan di Batang, Jawa Tengah. Proyek ini merupakan investasi besar pertama setelah penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chili. Dana proyek ini sebesar US$40 juta digunakan untuk aset tetap, US$30 juta sebagai modal kerja; Chili Elecmetal dan Tiongkok Longteng masing-masing memegang 50% saham; direncanakan memproduksi bola baja pertambangan (grinding balls) berkualitas tinggi untuk melayani pasar pertambangan global. Duta Besar Chili untuk Indonesia menunjukkan bahwa proyek ini mencerminkan keunggulan komplementer sumber daya kedua negara. Chili memiliki cadangan litium terbesar di dunia, Indonesia adalah produsen utama nikel, kerja sama akan memperkuat posisi kedua negara dalam rantai pasok kendaraan listrik. Presiden Chili dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada tahun 2025 untuk lebih memperdalam kerja sama bilateral. Proyek ini diperkirakan akan meningkatkan tingkat teknologi rantai industri metalurgi Indonesia dan menciptakan lapangan kerja.