Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral baru-baru ini mengumumkan bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pedesaan skala besar, dengan target memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,5 megawatt di setiap desa atau komunitas. Rencana ini bertujuan untuk mendorong transisi energi bersih. Jika diterapkan secara penuh di lebih dari 70.000 desa di Indonesia, total kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 80 gigawatt.
Menteri mengatakan pemerintah sedang mengkaji mekanisme tarif listrik, dengan merujuk pada biaya proyek di India yang serendah 3 sen dolar AS per kWh (termasuk subsidi negara), dan akan mencari solusi yang paling ekonomis. Ia mengakui bahwa untuk mencapai target ini diperlukan partisipasi investasi asing, karena kapasitas produksi panel surya dalam negeri hanya sekitar 5 gigawatt per tahun.
Pemerintah berencana untuk melibatkan perusahaan asing bekerja sama dengan perusahaan lokal dan BUMN (termasuk Perusahaan Listrik Negara/PLN) dalam proyek ini. Langkah ini akan secara signifikan meningkatkan proporsi energi terbarukan Indonesia, sekaligus mengatasi masalah pasokan listrik di daerah terpencil. Pemerintah akan terus mengkaji lebih lanjut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral baru-baru ini mengumumkan bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pedesaan skala besar, dengan target memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,5 megawatt di setiap desa atau komunitas. Rencana ini bertujuan untuk mendorong transisi energi bersih. Jika diterapkan secara penuh di lebih dari 70.000 desa di Indonesia, total kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 80 gigawatt.
Menteri mengatakan pemerintah sedang mengkaji mekanisme tarif listrik, dengan merujuk pada biaya proyek di India yang serendah 3 sen dolar AS per kWh (termasuk subsidi negara), dan akan mencari solusi yang paling ekonomis. Ia mengakui bahwa untuk mencapai target ini diperlukan partisipasi investasi asing, karena kapasitas produksi panel surya dalam negeri hanya sekitar 5 gigawatt per tahun.
Pemerintah berencana untuk melibatkan perusahaan asing bekerja sama dengan perusahaan lokal dan BUMN (termasuk Perusahaan Listrik Negara/PLN) dalam proyek ini. Langkah ini akan secara signifikan meningkatkan proporsi energi terbarukan Indonesia, sekaligus mengatasi masalah pasokan listrik di daerah terpencil. Pemerintah akan terus mengkaji lebih lanjut.