MEMUAT BARANG...

Indonesia membatasi smelter nikel baru untuk mengatasi kelebihan pasokan

印尼限制新建镍冶炼厂应对供应过剩

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian untuk membatasi izin investasi dan Izin Usaha Industri (IUI) untuk smelter nikel baru, karena telah terjadi surplus pasokan nikel di pasar global dan domestik.Menteri ESDM mengatakan bahwa target dan kuota produksi nikel akan disesuaikan pada tahun 2026, dengan produksi kemungkinan akan turun di bawah 300 juta ton dari 319 juta ton pada tahun 2025.

Peraturan baru dari Kementerian PerindustrianLarangan pembangunan smelter baru yang berdiri sendiri yang menghasilkan produk antara (misalnya nikel matte, PLTMH, feronikel, nickel pig iron)Persyaratannya adalah untuk memperluas produk hilir (misalnya nikel elektrolitik, nikel sulfat, nikel klorida). Namun demikianSmelter yang telah memasuki tahap konstruksi masih dapat menghasilkan produk antara. Saat ini terdapat 147 proyek peleburan nikel di Indonesia dengan total kebutuhan bijih sebesar 735,2 juta ton.

Disetujui untuk tahun 2025Kuota RKAB sebesar 364 juta tonData ESDM menunjukkan bahwa produksi nikel ditargetkan sebesar 220 juta ton tahun ini, turun dari target tahun lalu sebesar 240 juta ton. Indonesia memiliki44 pabrik peleburan yang beroperasi(terutama di Maluku Utara).19 proyek dalam tahap konstruksi dan 7 proyek dalam tahap studi kelayakan.

Pemerintah menekankan bahwaHilirisasi harus lebih dari sekadar produk sekunderara. mengubah pendirian seseorangAnda (panggilan kehormatan)produk bernilai tambahsejalan dengan Rencana Industri Nasional 2025-2035.

© 版权声明

相关文章

id_IDIndonesian